Injil yang harus kita beritakan adalah Injil yang berpusat pada Yesus Kristus. Yesus yang telah mati di kayu salib menggantikan kita, menanggung segala dosa, kejahatan, kesalahan dan kelemahan kita. Yesus yang telah mati, bangkit dan naik ke surga dan berjanji untuk menjemput kita kembali. Mengapa kita harus memberitakan Injil? Karena ini adalah perintah Tuhan untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa. Dalam hidup kita ini hanya satu yang harus kita lakukan yaitu mentaati peritah Tuhan. Kita mentaati perintah Tuhan dengan sukacita karena kita mengasihi Tuhan, bukan karena kita terpaksa atau ada maunya atau takut di hukum. Yesus telah memberikan teladan bagi kita tentang taat, bagaimana Yesus sendiri mentaati perintah Bapa, sehingga Ia harus memberikan dirinya untuk disalibkan. Tuhan ingin kita menjadi saksinya. Tuhan telah menyelamatakan kita dan Tuhan menghendaki semua orang juga diselamatkan seperti pada 1 Timotius 2:4-5, Tuhan tidak mau ada yang binasa, Tuhan telah menyediakan banyak tempat untuk kita di surga, di sediakan oleh Tuhan bagi mereka yang percaya. Kita harus menawarkan tempat itu dimulai dari lingkungan di sekeliling kita.
Terobosan Pemberitaan Injil itu artinya kita melakukan harus diluar kebiasaaan, sesuatu yang Tuhan kehendaki. Jemaat mula-mula mengalami pertumbuhan kuantitas dan kualitas yang mengagumkan, tapi tidak demikian dengan halnya dalam pandangan Tuhan. Tuhan menghendaki Injil diberitakan bukan hanya di Yerusalem, tapi ke Yudea, Samaria, bahkan seluruh bumi. Pada saat itu jemaat Yerusalem mempunyai pandangan bahwa keselamatan itu hanya untuk orang Yahudi. Karena itu mereka hanya memberitakan Injil di daerah Yerusalem.
Teobosan Pemberitaan Injil akan terjadi pada saat:
- Meninggalkan Zona Nyaman
Yerusalem adalah zona nyaman, karena pada saat itu mereka telah mencapai pertumbuhan kuantitas dan kualitas yang luar biasa di jemaat mereka. Dan telah meninggalkan pemahaman mereka yang sempit tentang keselamatan itu sendiri. Kadang Tuhan melakukan sesuatu yang akhirnya akan memaksa kita meninggalkan zona nyaman kita. Seperti Jemaat Yerusalem yang diijinkan Tuhan mengalami aniaya yang luar biasa sehinga akhirnya mereka meninggalkan Yerusalem sambil memberitakan Injil. - Tuhan bisa mengubahkan kesempitan menjadi kesempatan
Saat Stefanus ditangkap ia tidak takut bersaksi akan siapa itu Yesus Kristus. Bahkan pada saat dirajampun ia berdoa untuk orang-orang yang melemparinya dengan batu. Saat itu hal itu merupakan suatu kehilangan yang besar bagi jemaat Yerusalem, krisis kepemimpinan. Tapi Tuhan dengan luar biasa mengubah krisis kepemimpinan itu menjadi suatu kesempatan. Tantangan itu merupakan suatu kesempatan bagi Tuhan. Pada saat Jemaat Yerusalem mendapatkan tekanan yang hebat, Tuhan menbangkitkan Filipus yang memberitakan Injil di Samaria dan tanda-tanda ajaib pun terjadi. Kuasa Tuhan menyertai Filipus, roh-roh jahat dikalahkan, orang sakit disembuhkan. Terobosan pemberitaan Injil pun terjadi dengan luar biasa lewat pengabaran Injil dengan kuasa Allah sehingga banyak orang memberi diri untuk di baptis. Bahkan Saulus pun diubahkan Tuhan menjadi Paulus, menjadi utusan Injil bagi orang-orang bukan Yahudi. - Pemimpin Gereja mau menerima Visi dari Tuhan
Karena Petrus sendiri sebagai pemimpin tidak melayani orang yang bukan Yahudi, demikian juga dengan jemaatnya. Tetapi pada saat Petrus mentaati perintah Tuhan untuk memberitakan Injil kepada Kornelius, jemaat bukan Yahudi, terobosan pemberitaan Injil pun terjadi dengan luar biasa. Ketika Petrus melihat seluruh isi rumah Kornelius dipenuhi Roh Kudus, terceliklah mata Petrus bahwa Tuhan tidak membedakan kabangsaan ataupun rupa manusia. Petrus mau menerima visi dari Tuhan dan melakukan hal yang diluar kebiasaan, yaitu memberitakan Injil kepada orang bukan Yahudi sehingga terobosan pemberitaan Injil pun terjadi. Jika kita menghendaki terobosan pemberitaan Injil, maka kita harus mendoakan para pemimpin gereja kita, sehingga mereka mendapatkan visi dari Tuhan. Karena dengan visi dari Tuhan, maka program-program yang dijalankan di gereja bukan maunya gereja, tapi maunya Tuhan, sehingga menyenangkan hati Tuhan. Amin
Popularity: 2% [?]





![[Google]]( http://mejatulis.com/blog/wp-content/plugins/easy-adsenser/google-light.gif)






