September 2010
S M T W T F S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Focus

Komunitas yang Luar Biasa

Alkitab menceritakan ada orang-orang tertentu yang luar biasa. Mereka diluar yang umum, tidak seperti yang lain, tidak melakukan yang dilakukan kebanyakan orang. Kata-kata yang digunakan pun berbeda dengan kata-kata orang umum. Orang Kristen harus menjadi orang yang luar biasa. Yang biasa namanya orang dunia. Kita yang ditebus punya janji, makanya hidup kita tidak biasa. Kita hidup didalam miracle land (tanah mujizat). Didalam diri kita tersimpan janji Allah yang tidak biasa, yang tidak sembarangan dimiliki orang; yang tidak tertabur dengan sia-sia, dan idak kembali dengan sia-sia. Tapi kita adalah minoritas, sebagian kecil dari dunia. Dunia suka bergerombol, suka ikut trend, tapi orang Krsiten tidak.

 

Didalam Lukas 12:32 kawanan orang kecil diartikan sekelompok kecil yang mengambil jalan yang berbeda. Mereka seperti kaum Lewi yang tidak mengikuti bangsa Israel yang lain menyembah kepada patung lembu emas. Mereka adalah sekelompok orang yang tidak lazim, tidak banyak, bukan orang kebanyakan. Kepada mereka diberikan Kerajaan. Dari penampilan fisik sama, tapi yang berbeda ternyata bukan hardwarenya. Hardwarenya sama tapi softwarenya, isinya, program dalam benaknya, prinsip hidupnya yang membedakan orang biasa dengan orang luar biasa. Cara kita responi masalah, gaya hidup kita, ini yang membuat kita menjadi tidak biasa. Apa yang ada didalam kita lebih penting dari pada apa yang sedang terjadi, sudah terjadi dan yang akan terjadi. Albert Einstein berkata, “Adalah gila untuk mengharapkan hal yang berbeda kalau kita melakukan hal yang sama.” Dalam kata lain, adalah gila kalau bersikap biasa mengharapkan perkara luar biasa. Tidak mungkin jika cara berpikir kita sama dengan dunia namun berharap memperoleh mujizat. Jika anda mengeluh seperti dunia sering mengeluh; dan berharap hari ini penyakit anda disembuhkan, tidak mungkin. Jadi pakailah mulut anda untuk berkata-kata yang luar biasa.

 

Ada tujuh prinsip didalam FIrman Tuhan yang membuat kita berbeda dengan orang lain. Jangan ikuti trend di media. Dunia media menghasilkan belasan triliun setahun. Sebenarnya, mereka hanya menjual perhatian. Dunia ini mengkampanyekan kekerasan, bahwa orang yang berhasil adalah mereka yang fisiknya bagus atau uangnya banyak. Bunda Teresa yang mengabdikan hidupnya sampai tetes terakhir demi kemanusiaan tidak dikampanyekan sebagai orang hebat. Kita harus berbeda dari mereka. Tujuh prinsip ini harus kita turunkan kepada anak cucu kita:

  1. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan membalas kejahatan dengan kebaikan.
    Setan membalas kejahatan dengan lebih jahat lagi. Balas dendam adalah hal yang umum. Dunia bahkan sering membalas kebaikan dengan kejahatan. Sudah ditolong, malah difitnah. Orang lain boleh berbuat jahat dengan kita, selalu kita harus membalas dengan kebaikan bagi orang lain. Kenapa kita melakukan ini? Orang akan mengatakan kita bodoh. Kita bukan bodoh, tapi berbeda. Sudah ditipu, masih kita layani. Kita anak-anak Tuhan akan seperti domba yang dikirim ke tengah-tengah kawanan serigala. Yesus mengajar didalam Matius 5:38-39 bahwa orang Kristen harus punya daya stretching, daya regang yang kuat. Jangan seperti orang dunia yang seperti lebah. Saat ditekan, dia menyengat. Yang penting membalas, walaupun harus mati. Di Yeremia 43:8-10, Alkitab menulis bahwa persoalan (raja Nebukadnezar) adalah hamba Tuhan. Kenapa raja Nebukadnezar, penjajah, penjahat, orang yang suka murka, yang tidak mengenal Tuhan, yang menjadi masalah besar bagi bangsa Israel, disebut hamba Tuhan? Tidak banyak orang dipanggil hamba Tuhan di Perjanjian Lama, namun raja Babel ini diberi gelar hambaNya. Yeremia berkata jangan megutuk Babel. Karena memang Tuhan punya maksud, dipakailah masalah tersebut untuk mengubah kita sampai tujuan atas kita selesai. Tapi di Yeremia 51:20-24, Tuhan berkata bahwa Ia akan menghancurkan Babel. Mengapa? Karena Babel hanya alat semata-mata, yang digunakan sementara untuk mengubah hati umatNya. Jadi Yeremia berkata kepada bangsa Israel tidak ada guna memaki-maki Babel. Demikian juga dengan kita, tidak ada gunanya kita memaki-maki masalah yang sedang kita hadapi. Jika ada orang berbuat jahat kepada anda, dia adalah hamba Tuhan. Sampai suatu hari selesai masalah anda, dia akan dipindahkan oleh Tuhan. Jangan mengutuk, marah, mengeluh kepada orang tua anda, kepada keadaan yang seolah-olah tidak adil bagi anda. Jangan marah kepada penyakit anda, jangan kutuki diri sendiri. Jangan membalas keadaan anda yang paling buruk sekalipun dengan kata-kata kejam. Karena siapa tahu, dibalik semua itu adalah Tuhan yang sedang merancang. Maka jika anda mengutuk, anda sedang melawan Tuhan. Firman Tuhan berkata, suatu saat, masalah anda, masalah keuangan anda, hanya sekedar membuktikan bahwa Dia baik, bahwa Dia Jehovah Jireh. Kita membawa pesan, kita harus beritakan bahwa kita tidak biasa. Tidak ada gunanya membalas kejahatan dengan kejahatan, karena segala masalah yang anda sedang lewati, bukannya Allah tidak tahu, tapi Dia sedang menyelesaikan ciptaan baru. Di Kejadian 50:20, Yusuf dapat melihat rencana Tuhan yang jauh lebih besar dari tindakan kakak-kakaknya yang menjual dia sebagai budak. Orang seperti Yusuf dapat melihat dibalik semua peristiwa, tangan Tuhan itu baik (Roma 8:28). Jika dalam hidup ini tidak ada tekanan yang cukup, kita tidak akan bisa menghargai kehidupan. Dari sakit, barulah kita mengenal kebahagiaan. Dari susah, barulah kita tahu senang.
  2. Hidup karena percaya bukan karena melihat (2 Korintus 5:7)
    Dunia membutuhkan bukti terlebih dahulu baru dia percaya. Jika tidak melihat, tidak yakin. Thomas tidak percaya kepada kebangkitan Yesus (Yohanes 20:25). Sering kali kita beda tipis dengannya. Jika Tuhan tidak tolong bereskan bisnis saya, ngapain saya ke gereja? Jika saya tidak disembuhkan, ngapain saya dengar Firman Tuhan tiap Minggu? Banyak orang yang hidup karena melihat bukan karena percaya. Yohanes 20:29 berkata, “…Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Rupanya Tuhan menjanjikan kebahagiaan bagi orang yang punya iman. Jika tidak percaya, jika menghandalkan mata, jika tergantung hanya kepada yang fisik, hidup kita akan terombang-ambing. Dimensi kehidupan kita jangan linear, jangan sekedar melihat ukuran. Jika anda hidup dengan selalu berhitung, tidak akan ada perubahan. Tapi ketika anda pejamkan mata dengan berdoa, maka Tuhan mendengar. Tidak ada doa yang sia-sia, jangan putus asa. Meskipun keadaan belum berubah, meskipun penyakit anda belum berubah, tetaplah berdoa dalam nama Yesus. Maka sesuatu pasti terjadi. Ada mujizat yang menanti.
  3. Memberi lebih baik daripada menerima (Kisah 20:35)
    Alkitab berkata bahwa kita akan lebih bahagia memberi dari pada menerima. Memang secara jumlah, akan berkurang. Tapi kita tidak mengumpulkan jumlah. Karena dengan tambahnya jumlah, tidak menambah bahagia. Bukankah kita mencari bahagia dalam hidup ini? Buat apa bertambah-tambah jumlah, tapi kita kehilangan jiwa? Sedikit tidak berarti tidak bahagia. Memberi adalah benih mujizat. Jika anda tidak menabur, bagaimana anda menuai? Jika tidak menanam, bagaimana tumbuh buahnya?Jika anda tidak memberi, tidak akan ada mujizat. Amsal 11:24Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Menghemat secara luar biasa bisa diartikan pelit. Pelit berbeda dengan hemat. Berhemat adalah tidak menyia-nyiakan apa yang anda miliki. Tidak membuang sebelum waktunya, tapi menghabiskannya. Pelit adalah tidak rela keluarkan uang untuk sesuatu yang diperlukan. Jika tidak ada orang dirumah dan lampu dimatikan, itu berhemat. Tapi jika ada orang dirumah, tapi lampu tetap dimatikan, itu pelit. What goes around, comes around. Apa yang anda lakukan pasti akan kembali lagi; jika tidak kepada anda, kepada anak anda. Prinsip ini adalah salah satu kunci didalam Alkitab untuk menerima berkat dari Tuhan.
  4. Lemah lembut
    Dalam Matius 5:5, Tuhan Yesus berkata “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi“. Bagi dunia ukuran suatu kehebatan salah satunya adalah kekuatan atau kekerasan, sesuatu yang ada di dunia harus didapatkan dengan kekuatan/kekerasn. Jika seseorang itu kuat artinya dia seorang yang hebat. Untuk itu maka dalam dunia orang berusaha melakukan apapun untuk memiliki kuasa atau kekuatan dengan harapan jika mereka memiliki kekuasaan/kekuatan maka mereka akan memiliki dunia ini. Makin besar modal maka makin berkuasa dia. Prinsip ini tentu saja sangat berbeda dengan prinsip yang ada dalam Alkitab bahkan dikatakan oleh Salomo dalam Pengkhotbah 9:11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.” Kesuksesan bukanlah sekedar ditentukan oleh kecepatan, kekayaan, kecerdasan, hikmat tetapi juga banyak faktor, antara lain faktor campur tangan Tuhan. Untuk menguasai bumi ini justru Tuhan Yesus mengajarkan agar kita lemah lembut. Tak jarang kekerasan hanya menghasilkan tembok yang tinggi. Dengan kekerasan malahan kita mendapatkan hambatan-hambatan. Justru dengan kelemah-lembutan kita dapat memenangkan banyak perkara termasuk dalam memenangkan jiwa-jiwa. Kelemah-lembutan membuat kita dapat diterima dengan baik oleh orang lain dan akhirnya kita dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Berikanlah yang terbaik dahulu dan jangan selalu menuntut dulu. Belajarlah mengalah untuk memperoleh kemenangan.
  5. Bersyukurlah dan bersukacitalah meskipun dalam keadaan tidak menguntungkan (Filipi 4:4-7)
    Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu dikketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”  Mengucap syukur walaupun dalam keadaan yang sangat sulit bukanlah sutau hal yang mudah. Namun Paulus mengajarkan hal tersebut kepada jemaat di Filipi supaya mereka menjadi komunitas yang senantiasa mengucap syukur, berbeda dengan  dunia ini yang selalu mengutuk jika mengalami kesulitan. Paulus sendiri saat menuliskan surat tersebut tidak berada dalam keadaan yang baik dan indah tapi Paulus menulisnya di penjara saat dia mengalami kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya. Ucapan syukur justru menjadi sumber kekuatan bagi Paulus dalam menghadapi hidup yang sulit sekalipun. Kita harus percaya bahwa Allah tidak pernah menrancangkan suatu hal yang buruk dalam hidup kita bahkan Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Mengeluh artinya kita berfokus pada kelemahan dan mengutuk berarti kita menganggap Tuhan lemah tidak mampu menolong kita, hal ini membuat Tuhan marah. Kita harus senantiasa belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal apapun yang terjadi karena kita tahu bahwa Tuhan selalu menyediakan yang terbaik dalam hidup kita.
  6. Kekayaan yang didalam lebih dahsyat dari yang diluar (1 Timotius 6:17-19)
    Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekuatan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.”
    Manusia cenderung melihat harta dan uang yang dimiliki sebagai kekayaan namun Paulus justru melihat bahwa harta dan uang bukanlah kekayaan yang sebenarnya. Kekayaan yang sebenarnya ada di dalam kehidupan kita, talenta dan kemampuan yang Tuhan anugrahkan kepada kita justru merupakan kekayaan yang lebih dahsyat dari harta dan uang. Kita menjadi kaya bukan karena harta yang kita miliki tetapi karena kebaikan hati kita. Kita tidak boleh menilai orang dari apa yang kelihatan tetapi justru yang ada di dalam seseorang, karena seringkali yang kelihatan malah menipu kita, dari luar kelihatan baik tetapi di dalamnya bobrok. “Don’t judge the book by the cover“. Seringkali manusia kecil hati karena merasa penampilan mereka kurang sempurna, perasaan minder timbul dalam hati. Hal ini juga dialami oleh Musa saat dia dipanggil oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Musa merasa minder karena dia gagap tetapi Tuhan melihat hati bukan penampilan, Tuhan melihat bahwa Musa memiliki hati yang lembut dan memiliki kemampuan untuk membawa bangsa pilihanNya keluar dari perbudakan Mesir. Janganlah kecil hati dan minder karena Tuhan melihat hati dan potensi kita bukan penampilan kita. Kita bisa menjadi kaya di luar dengan mulai memupuk kekayaan yang ada di dalam kita.
  7. Tidak menyerah meskipun gagal berkali-kali (Amsal 24:16)
    “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” Alkitab membedakan orang benar dan orang fasik dari respon mereka terhadap kejatuhan. Orang benar punya kelebihan yaitu tidak mudah menyerah dan memiliki daya juang. Kita harus berani menghadapi kegagalan sebagai suatu langkah untuk memperoleh kesuksesan. Robert Schueller mengatakan “Kegagalan bukan berarti kita gagal tetapi hanya belum sukses, kegagalan bukan berarti kita tidak mencapai apa-apa tetapi justru kita telah belajar sesuatu dari kegagalan tersebut. Kegagalan bukan berarti kita bodoh karean kita berani mencoba, itu berarti kita berani dan bersemangat baja. Kegagalan bukan berarti kita tidak akan sukses tetapi butuh kesabaran. Kegagalan Bukan berarti Tuhan sudah meninggalkan kita tetapi Dia memiliki rencana yang lebih baik untuk kita. Kegagalan bukan berarti akhir dari segala sesuatu.” jangan pernah menyerah. Jadilah komunitas yang luar biasa karean melakukan hal-hal yang tidak biasa.

Popularity: 2% [?]

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>