Markus 5:21-22
Sesudah Yesus menyebrang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya.
Kita melihat disini bagaimana kita harus datang kepada Tuhan. Datang kepada Tuhan harus dengan sikap yang benar. Sikap benar itu adalah:
- Tidak layak
- Merasa terbatas
Kita ini tidak layak datang pada Tuhan, tapi bila ada kesempatan untuk datang pada Tuhan kita harus bersyukur karena itu adalah Anugerah. Jangan meremehkan bila kita ada kesempatan datang pada Tuhan pada hari Minggu. Oleh karena itu bila ibadah, ibadahlah dengan benar. Jangan anggap bahwa minggu depan kan masih bisa beribadah. Selain tidak layak kita juga terbatas. Jadi kita harus datang kepada Tuhan yang tidak terbatas. Ada 2 kasus yang dikombinasikan/dibandingkan satu dengan yang lain. Tidak kebetulan Alkitab menyandingkan keduanya. Semuanya terbatas, tapi kita harus datang kepada Tuhan. Kalau kita tahu dan sadar bahwa kita terbatas, maka kita harus datang kepada Tuhan yang tidak terbatas.
Siapa itu Yairus? Yairus adalah kepala rumah ibadah. Kepala rumah ibadah saja datang dan tersungkur dibawah kaki Yesus. Kita harus sadar bahwa kita ini terbatas. Sehebat-hebatnya kita, sekuat-kuatnya kita tetap terbatas. Bila sikap kita datang kepada Tuhan tidak benar, maka ibadah kita itu hanya formalitas saja. Kita tidak layak tapi dilayakkan oleh Tuhan.
Ayat 23-24
dan memohon dengan sangat kepadaNya: Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkan tanganMu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup. Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Dalam cerita ini Tuhan Yesus mengajar di tepi Pantai/Danau, Ia mengatakan kepada muridNya untuk bertolak ketempat yang lebih dalam, disitu terjadi topan. Dan di gerasa ia menyembuhkan 1 orang yang kerasukan setan. Tapi Yesus mau melayani oran ini. Kemudian Dia kembali lagi, disinilah orang berkumpul menunggu Yesus. Sementara orang menunggu, tapi ada satu orang yang bernama Yairus yang mau bertemu Yesus. Ia (Yairus) mendapat prioritas untuk bertemu Yesus karena ia seorang kepala rumah ibadah, tetapi yang lain tidak mendapat kesempatan.
Ayat 25-26
Adalah disitu seorang perempuan yang sudah 12 tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Di ayat ini diktakan bahwa perempuan itu sakit pendarahan selama 12 tahun. Pastilah perempuan ini sangat menserita. Bayangkan bila kita menglami pendarahan hanya 2 minggu saja, pasti badan kita akan lemas dan kita pasti menderita sekali bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi perempuan ini bahkan ia sudah berusaha untuk mengobati penyakitnya itu. Di ayat ini dikatakan ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga dihabiskannya semua yang ada padanya, tapi keadaannya tidak berubah, bahkan semakin memburuk. Perempuan ini bisa saja menjadi putus asa karena penyakitnya tidak dapat disembuhkan. Wanita ini adalah wanita biasa dia tidak terkenal karena namanya tidak disebut. Tetapi Yairus namanya disebut. Bahkan diberi kesempatan untuk bertemu Yesus. Allah kita tidak respon kepada jabatan, status, kekayaan kita, tapi Ia respon kepada iman kita. Itulah yang diinginkan Tuhan.
Ayat 27-28
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka ditengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubahNya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.”
Karena perempuan ini sudah berkali-kali mendengar berita-berita tentang Yesus, maka timbullah harapan, maka timbullah iman dalam dirinya. Karena iman timbul dari pendengaran yaitu tentang Firman Kristus. Kemudian perempuan ini mendekati Yesus dan ia berkata: “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” Disinilah kita mendengar perkataan iman yang terucap dari mulut perempuan itu. Padahal kita tahu bahwa perempuan ini tidak ada yang mengajari untuk mengatakan perkataan bahwa ‘asal kujamah jubahNya, maka aku akan sembuh’. Perkataan ini timbul karena imannya. Disini perempuan itu menetapkan satu point of touch bahwa ‘asal kujamah jubahNya maka aku akan sembuh’. Sementara Yairus mengatakan “datanglah kiranya dan letakkan tanganMu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup”. Ini juga suatu perkataan iman yang terucap dari seorang kepala rumah ibadah yang bernama Yairus. Demikian juga seorang perwira Romawi berkata: “Katakan sepatah kata saja, maka anak saya akan sembuh”. Disini yang sakit adalah budak dari seorang perwira. Budak itu bisa juga sebagai anak. Padahal kita tahu bahwa Yesus sebenarnya mau datang kerumah perwira itu, tapi perwira itu memohon kepada Yesus untuk tidak datang kerumahnya tapi katakan saja sepatah kata saja, maka anak saya sembuh. Ini suatu perkataan iman yang luar biasa dari seorang perwira Romawi. Bahkan Yesus sendiri mengatakannya bahwa iman seperti ini tidak pernah dijumpai, sekalipun diantara orang Israel. Jadi yang menetapkan perkataan ini adalah iman perwira itu sendiri. Oleh karena itu kita jangan menetapkan yang susah-susah kepada Yesus. Termasuk kesembuhan, kesuksesan, kebahagiaan. Jangan menetapkannya denga susah-susah. Kita bisa makan pagi kita patut bersyukur. Tiap kali Firman Tuhan disampaikan, saya terima dan saya diberkati. Demikian juga dengan Yairus, dia juga harus beriman, kalau tidak anaknya tidak akan sembuh. Tinggi rendahnya kedudukan kita itu tidak jadi masalah yang penting iman kita.
Ayat 30-32
Pada keitka itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diriNya, lalu Ia berpaling ditengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubahKu”. Murid-muridNya menjawab; “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekatMu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah ku?” Lalu Ia memandang sekelilingNya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Yesus bertanya kepada murid-muridNya, siapa yang menjamah jubahNya? Banyak orang menjamah Tuhan. Namun wanita ini menjamah dengan imannya. Tuhan Yesus tahu bahwa ada orang yang menjamah jubahNya kerena Ia merasakan ada tenga yang keluar dari diriNya. Untuk menggapai jubah Yesus pastilah perempuan itu datang dengan suatu kerja keras sambil merangkak. Kalau Yesus maha tahu, tahu nggak ada perempuan dibelakangNya? Yesus tahu bahwa ada perempuan dibelakangNya. Sebenarnya Tuhan ingin tahu sejauh mana keseriusan kita dengan permintaan kita.
Ayat 33-34
Perempuan itu, menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan kaki Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepadaNya. Maka kataNya kepada perempuan itu: “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyalitmu!”.
Ketika Yesus berkata siapa yang menjamah jubahNya, maka perempuan itu menjadi takut dan gemetar, maka tersungkurlah ia dibawah kaki Yesus. Demikian juga dengan Yairus. Yesus ingin kita lebih lagi memiliki Relationship, bukan karena berkat-berkat saja. Tetapi Yesus ingin kita mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan dan yang lebih penting lagi adalah keselamtan jiwa kita. Akhirnya perempuan itu bukan saja mendapatkan kesembuhan tetapi ia juga medapatkan keselamatan.
Ayat 35-36
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadah itu dan berkata: ”Anakmu sudah mati, apa perlunya Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadah: Jangan takut, percaya saja!”
Anak Yairus akhirnya mati, karena apa? Karena Yesus lama sekali berbincang-bincang bersama wanita itu. Masalahnya wanita itu menceritakan segala sesuatunya kepada Yesus. Disinilah diuji iman dari kepala rumah ibadah itu. Apakah ia akan marah kepada wanita itu? Tetapi tidak, Yairus harus memberikan contoh dan teladan yang baik, karena banyak orang sedang berkumpul ditempat itu. Seringkali kita harus memilih antara kenyataan dan Firman Tuhan. Sebagai pemimpin kita harus menjaga sikap kita. Sesungguhnya Tuhan ignin melihat respon iman kita, bukan status kita, kekayaan kita ataupun jabatan kita. Status, tempat tinggl tidak menjadi masalah dihadapan Tuhan. Tetapi Tuhan ingin melihat respon iman kita yang sesungguhnya.
Yoel 3:10
Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!”
Dikatakan dalam ayat ini bahwa orang yang tidak berdaya berkata “Aku ini pahlawan!” Padahal umumnya orang yang tidak berdaya itu berkata bahwa ia tidak mampu, tidak bisa dan lemah. Hal ini adalah wajar. Janganlah mengatakan sesuatu dengan hal yang buruk, tetapi katakanlah sesuai dengan janji Tuhan. Apapun yang terjadi dalam hidup, badai apapun yang datang kita harus tetap memegang Yesus.
Ayat 37-40
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. Mereka tiba dirumah kepala rumah ibadah, dan disana dilihatNya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
Tetapi mereka menertawakan Dia. Lebih baik bersama sedikit orang yang mengerti pergumulan kita, daripada orang banyak yang hanya ikut-ikutan. Akhirnya Yesus bersama tiga orang muridNya masuk kedalam rumah Yairus dan memperkatakan Firman dan akhirnya anayk Yairus hidup kembali. Yairus orang yang “diperhatikan” Yesus, sedangkan wanita sepertinya “tidak diperhatikan”. Yairus orang yang terhormat, sedangkan wanita itu kurang/tidak. Tetapi dua-duanya butuh Yesus, dan dua-duanya juga butuh mujizat. Amin.
Popularity: 1% [?]





![[Google]]( http://mejatulis.com/blog/wp-content/plugins/easy-adsenser/google-light.gif)






