Dalam Yohanes 3:16-19, Yesus menjelaskan bahwa manusia yang hidup di dunia ini dibagi menjadi dua golongan, golongan yang percaya kepadaNya dan golongan yang tidak percaya kepadaNya. Bukan dibagi berdasarkan penghsilan, Timur atau Barat, kaya atau miskin, warna kulit tetapi hanya dua golongan yaitu golongan yang percaya kepadaNya dan yang tidak percaya kepadaNya. Golongan yang percaya akan memperoleh hidup yang kekal, tetapi orang yang tidak percaya telah berada di dalam hukuman bukan ada didalam tetapi sudah berada dalam hukuman – sekarang ini, di dunia ini golongan ini sudah terhukum, terkutuk, penuh dengan derita kemalangan.
Demikian pula dalam Yohanes 15:5 Yesus kembali membagi menjadi dua golongan, yaitu didalam Aku dan diluar Aku, jika di dalam Aku maka akan berbuah sedangkan di luar Aku tidak dapat berbuat apa-apa. Kehidupan diluar Yesus adalah kehidupan yang kosong, hampa – hidup yang penuh dengan rutinitas hari ganti hari, bulan ganti bulan, tahun ganti tahun tanpa ada kegairahan ilahi. Karena itu berbahagialah kita yang sudah terpanggil dan masuk dalam golongan orang percaya, kita wajib mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Ibarat sudah dapat tiket, pasti berangkat tapi jangan sampai hilang tiketnya, bisa-bisa tidak dapat ikut meskipun pesawatnya tetap datang dan akan berangkat. Simpan dan kerjakanlah keselamatan kita dengan takut dan gentar (Filipi 2:12).
Hati yang paling dalam dari Allah kita adalah supaya semua orang dapat diselamatkan. Semua manusia yang sangat dikasihiNya, Dia ingin supaya semua selamat. 2 Petrus 3:9 – Ia menghendaki supaya jangan ada seorangpun yang binasa melainkan semua orang berbalik dan bertobat… Ia ingin mengumpulkan senua anak-anakNya – Dia rindu supaya semua orang selamat. Jadi motivasi utama untuk membawa berita baik bagi orang lain adalah karena kasih, biar belas kasihan Bapa memenuhi hati kita, orang-orang percaya. Karena itu sebelum Yesus pergi ke surga Ia memerintahkan murid-muridNya untuk mengabarkan kabar baik dan keselamatan ke seluruh penjuru bumi. Dalam Markus 16:15-16 diperintahkan oleh Tuhan Yesus agar kita semua menjadi pembawa Injil – berita baik kepada semua mahluk, supaya mereka tidak dihukum.
Matius 28:19-20 Jadikanlah semua bangsa muridKu… Memberitakan kabar baik bukanlah untuk membuktikan bahwa kita lebih pintar, bukan membuktikan gereja kita lebih hebat apalagi cuma mau mencari anggota gereja, apalagi memuja gembala sidangnya. GKNS Agape ada bukan supaya kita ini hebat tapi kita kasihan dengan orang-orang yang belum percaya, karena kita memperoleh hati Bapa yang juga kasihan kepada mereka yang tidak ada solusi dalam kehidupannya, buntu, tersesat, tidak ada yang memberitahu, tidak ada yang peduli… Ini panggilan bukan untuk gembala saja, atau penginjil saja, tapi kita semua… ini harus menjadi tujuan hidup saudara dan saya… Berapa jiwa sudah kita selamatakn dari api neraka dan penghukuman, berapa banyak yang tersesat dan tidak menyadari bahwa ada jalan keluar, ada pengampunan – berapa banyak yang hidup dalam penyesalan dan kebodohan, mereka menyesali dosa mereka dan berkata: sudah kadung jahat – jahat sekalian, berapa banyak yang bunuh diri – putus asa karena tidak ada yang memberi tahu mereka – lihat masih ada jalan – Gereja sudah lupa kepada pesan awal ini, gereja menjadi spiritual entertainment, pusat hiburan rohani, ada di pusat hiburan, panggil penghibur-penghibur, pelawak untuk membuat kursi penuh tapi lupa bahwa kita harus back to basic, kembali kepada yang paling dasar, bukan sekedar mencari selamat dan kesukaan sendiri, apalagi cari harta di gereja, dari kasih yang sudah kita alami kita harus membawa berita ini untuk orang lain, sekaligus semua kita harus memuridkan menjadi murid Kristus – sampai akhir, barangsiapa yang setia sampai akhir akan diselamatkan… Kuberjuang sampai akhirnya kau dapati aku tetap setia. Inilah tujuan hidup kita, menguraikan, menjelaskan, memberikan inspirasi, menggugah orang lain, mengajak, menunjukkan jalan kebenaran, disamping kita terus menggali kebenaran lebih dalam, berkorban. Kita melakukan ini karena kita mengasihi manusia – kita mau supaya orang lain selamat juga seperti kita. Bukan hanya memberitakan makanan yang enak, promosi film yang bagus, buku yang menarik tapi tujuan kita dalam hidup ini – sudah berapa jiwa yang telah kita selamatkan dari hukuman neraka? Apakah saudara terdekat kita, orang tua kita, anak kita sudah selamat dan mengenal Yesus sebagai juru selamat? Betapa indahnya kalau melihat satu orang bertobat dan menerima keselamatan, Lukas 15:7. Seluruh surga bersorak sorai karena ada satu orang yang bertobat. Roma 10:13-15 betapa indahnya komunitas pembawa kabar baik? Sebelum Allah menghukum sebuah kota, sebuah bangsa, sebuah keluarga Ia selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat – Yehezkiel 22:30 – Allah mencari apakah ada seorang yang rindu untuk mempertahankan negerinya – orang yang mau berkorban mempertobatkan kota itu, kalau ada, maka mungkin Yerusalem tidak akan rubuh, Tapi Allah tidak menemukannya, karena bangsa Israel sibuk dengan urusan sendiri sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai orang percaya jangan sampai hanya sibuk oleh urusan kita sendiri tetapi miliki belas kasihan Allah terhadap jiwa-jiwa yang terhilang.
Sungguh betapa indahnya jikalau suatu hari GKNS Agape tercatat di surga sebagai Komunitas yang berdiri mempertahankan Karawaci dari kehancuran dari murka Allah. Komunitas Agape haruslah menjadi komunitas yang sibuk mencari jiwa dan memenangkan jiwa bagi Kristus, supaya ada kesempatan kedua bagi orang lain, supaya mereka bertobat dari perzinahan mereka, supaya mereka berhenti mengharap kepada dukun-dukun, patung-patung yang punya mata tapi tidak melihat, punya telinga tapi tidak mendenar, punya tangan tapi tidak dapat bergerak, tapi berharap kepada Tuhan yang meskipun tidak kelihatan tapi ada, meskipun ada dilangit tapi hanya sejauh doa, mskpun murkaNya menyala-nyala tapi Dia berbelas-kasihan kalau kita bertobat, Allah yang penuh pengampunan, Yesus yang memberikan diriNya demi pengampunan kita.
Sudahkan anda beritakan kepada orang lain, sudahkah kita sampaikan berita ini?
Membawa berita baik bukannya mudah (Amsal 16:25) semua orang merasa benar – ada halangan besar – kesombongan, kedegilan hati, tidak mau kalah, salah waktu, waktu tidak tepat, tidak menjadi teladan (teladan yang salah) – tapi jangan takut (Yeremia 1:18-19) Tuhan akan memperlengkapi kita dengan kuasanya, kita akan menjadi kuat – dilengkapi dengan kuasa – (Markus 16). Ada kuasa yang menyertai orang-orang percaya. Bahkan Allah rela berbagi hakNya kepada kita semua demi kita dapat menjalankan tugas memenangkan jiwa, Yesus rela kita pakai namaNya supaya kita dapat melakukan aktifitas memenangkan jiwa.
Kualitas yang harus dimiliki oleh Komunitas Pembawa Berita Baik :
- Ia harus terlebih dahulu percaya sepenuhnya, hidup dalam kebenaran. Tidak ragu, meskipun ada harga yang harus dibayar (Amsal 23:23)
- Menjadi teladan – menghidupi kesaksian – walk the talk (melakukan apa yang dikatakan)
- Ulet dan antusias (Yeremia 20:9)
- Perlu waktu dan pengorbanan (Mazmur 126:5-6)
- Kreatif – melihat peluang (biasanya dari masalah). Yohanes 4.
Popularity: 9% [?]





![[Google]]( http://mejatulis.com/blog/wp-content/plugins/easy-adsenser/google-light.gif)






