<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Meja Tulis</title>
	<atom:link href="http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mejatulis.com/blog</link>
	<description>Blog tentang kehidupan dan humor</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 08:41:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Komunitas Yang Sadar Akan Kehendak ALLAH</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=666</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=666#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 08:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Focus]]></category>
		<category><![CDATA[janji Allah]]></category>
		<category><![CDATA[kehendak Allah]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/blog/?p=666</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dalam 1 Petrus 2 : 19 ditulis “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung”.</p>
<p>Sadar akan kehendak Allah adalah sebuah prestasi, karena tidak semua orang sadar akan kehendak Allah dalam hidupnya. Ketika kita  sudah sadar bahwa Tuhan punya rencana dan ada kehendakNya didalam hidup kita, maka kita akan berubah. Menurut ayat diatas hidup kita tidak akan cengeng, tidak akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam 1 Petrus 2 : 19 ditulis <em>“Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung”</em>.</p>
<p>Sadar akan kehendak Allah adalah sebuah prestasi, karena tidak semua orang sadar akan kehendak Allah dalam hidupnya. Ketika kita  sudah sadar bahwa Tuhan punya rencana dan ada kehendakNya didalam hidup kita, maka kita akan berubah. Menurut ayat diatas hidup kita tidak akan cengeng, tidak akan mengeluh dan kita sanggup menanggung penderitaan yang tidak seharusnya kita tanggung.</p>
<p>Kalau kita mengerti kehendak Allah, kita akan mampu menanggung penderitaan yang seharusnya tidak kita tanggung. Biasanya kita akan marah dan tidak mau memikul beban yang bukan merupakan tanggungan kita, tapi ketika kita sadar ada kehendak Allah didalamya, maka kita sanggup memikul ketidak-adilan itu. Setiap orang yang sadar akan kehendak Allah maka orang tersebut disebut orang berbahagia. Karena hidup ini penuh dengan ketidak adilan, dimana mana kita menemukan ketidak-adilan, kita tidak bisa menghindari diri dari ketidak-adilan dan ini membuat kita menderita. Hanya kesadaran bahwa ada kehendak Allah dalam hidup kita, yang membuat kita mudah menerima masalah itu.</p>
<p>Dalam Ibrani 12 : 2 ditulis bahwa Yesus sabar menanggung segala penderitaan, mengabaikan hinaan dan tekun memikul salib, Yesus rela menanggung penderitaan yang bukan karena kesalahanNya, karena Yesus sadar akan kehendak BapaNya disorga.                                                                                                           Karena sadar akan kehendak Allah, hidup ini akan terasa lebih enteng dan kita akan lebih menikmati hidup ini. <em>What a wonderful live,what a wonderful world.</em></p>
<p>Kitab 1 Petrus ditulis oleh Petrus dalam latar belakang kaisar Nero yang mengejar, menuduh, memfitnah dan menganiaya orang Kristen yang kerjanya berdoa, memberi makan pada orang miskin. Demi berpuisi yang dramatis ia membakar setengah kota Roma dan menjadikan orang orang Kristen sebagai obor,  sebagai api  penerang jalan dengan mengikat dan membakarnya hidup hidup. Ditengah tengah latar belakang itu Nero membuat puisi, tetapi Petrus berseru pada orang Kristen “Jangan engkau takut&#8230;ketahuilah  kehendak Allah… !”</p>
<p>Dijaman itu juga, kaisar Nero menjadikan orang orang Kristen menjadi santapan bagi singa singa buas yang lapar. Sebuah Koloseum di kota Roma menyimpan relief mengenai keadaan jaman penganiayaan orang Kristen oleh kaisar Nero. Dalam sebuah relief digambarkan singa singa yang buas berhadapan dan siap menerkam orang Kristen, tetapi anehnya tampak dari wajah orang Kristen itu tidak menggambarkan wajah ketakutan, tetapi wajah tenang penuh pengharapan. Karena sadar akan kehendak Allah orang Kristen mula-mula itu tidak takut kepada terkaman singa, karena bagi mereka mati adalah mati dijalan Kristus.</p>
<p>Banyak orang mendifinisikan kasih karunia dengan arti dan cara yang berbeda, Paul Caram mendefinisikan kasih karunia adalah ketabahan-kekuatan Illahi, dan kali ini kita definisikan kasih karunia adalah kesadaran akan kehendak Allah. Ketika kita mencapai titik kesadaran yang tinggi akan kehendak Allah, maka kita akan hidup dengan penuh hati hati, penuh perhitungan. Dalam kejadian 39:9 disebutkan bagaimana Yusuf yang setiap saat dibujuk, di rayu dan di goda oleh istri Potifar tuannya, untuk berbuat dosa. Tetapi Yusuf menolak dan teguh bertahan dan didalam ayat ke 9 Yusuf dengan tegas berkata.. ”<em>Bahkan dirumah ini ia tidak lebih besar kuasanya daripadaku dan tiada yang tidak diserahkannya padaku selain daripada engkau, karena engkau adalah istrinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah ?”</em> Keteguhan Yusuf karena ia sadar akan kehendak Allah, ia sadar ketika ia melakukan diluar kehendak Allah maka ia berdosa. Karena sadar akan kehendak Allah, Yusuf menjadi orang besar dan sangat diberkati Allah.</p>
<p>Kalau kita sadar akan kehendak Allah, maka kita tidak takut akan penolakan penolakan, tidak mudah tersinggung tidak akan ada kata cerai dalam rumah tangga. Kalau kita sadar akan kehendak Allah maka tidak ada pengerja yang mundur dari pelayanan karena suatu masalah, kalau kita sadar akan kehendak Allah maka pemuda pemudi akan menjaga kekudusan sampai waktunya tiba. Karena tidak sadar akan kehendak Allah banyak anak-anak yang digugurkan, banyak anak yang cacat dibuang, padahal seorang bernama Beethoven lahir sebagai seorang anak yang cacat dan seorang bernama Albert Einstein, penemu nuklir dan pemenang Nobel lahir sebagai anak yang autis.							         Karena kehendak  Allah sadarkah kita, bahwa ditangan setiap kita ada janji janji Allah.</p>
<p><strong> APAKAH KEHENDAK ALLAH ITU ? </strong></p>
<p>Petrus menuliskan dalam 1 Petrus 3 ayat 9 bahwa kehendak Allah adalah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tidak mencaci maki dengan caci maki tetapi sebaliknya kita memberkati, karena untuk itulah kita dipanggil, supaya memperoleh berkat. Jadi setiap persoaalan, persoalan anak, persoalan suami, persoalan isteri, persoalan yang segunung hanyalah sebuah alat untuk kita memperoleh berkat.</p>
<p>Dibalik semua persoalan persoalan Allah berkehendak supaya kita semua memperoleh berkat.  Banyak orang Kristen yang tidak dapat mengampuni, tidak sadar bahwa Tuhan telah menebus segala dosa kita, mengampuni segala kesalahan kita. Banyak orang yang sadar akan kesalahan orang lain, tetapi tidak sadar akan kesalahan sendiri, karena itu kalau kita sadar akan kehendak Allah, kita dapat mudah mengampuni siapapun.   Dan ketika kita mengampuni hendaklah mengampuni dengan segenap hati dan tidak hanya dimulut saja. Sadarlah bahwa kita sudah diampuni, untuk itu ampuni orang lain ( Matius 18 : 23 -35 ).</p>
<p>Daud sadar akan kesalahannya sendiri, ia peka terhadap kelemahannya dan tidak mencari kesalahan orang lain, Daud dengan kesadarannya mengakui dosa dosanya, dalam Mazmur 51 ayat 3 Daud memohon belas kasihan Tuhan untuk mengampuni dosa dosanya.</p>
<p><strong>TIGA KUNCI KEBERHASILAN HIDUP</strong></p>
<ul>
<li>Sadar akan kehendak Allah </li>
<li>Mengakui Dia dengan mulut dan perbuatan </li>
<li>Bertindak</li>
</ul>
<p>Tiga hal ini sangat penting dalam kehidupan kita, kalau kita sadar, kita akui dengan mulut kemudian kita bertindak maka hidup kita akan mengalami perubahan, menjadi komunitas yang luar biasa, komunitas yang sadar akan kehendak Allah melalui pengakuan dan tindakan.</p>
<p>Tuhan memberkati.</p>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=666&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=666</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terobosan Kesembuhan</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=661</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=661#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 13:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Focus]]></category>
		<category><![CDATA[hizkia]]></category>
		<category><![CDATA[kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat kesembuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kita semua membutuhkan kesembuhan dalam kehidupan kita. Pada saat ini kita belajar untuk mengalami terobosan kesembuhan dalam hidup kita. Salah satu kunci terobosan kesembuhan yang Tuhan Yesus ajarkan sendiri tertulis dalam Matius 13 : 14-15 “Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita semua membutuhkan kesembuhan dalam kehidupan kita. Pada saat ini kita belajar untuk mengalami terobosan kesembuhan dalam hidup kita. Salah satu kunci terobosan kesembuhan yang Tuhan Yesus ajarkan sendiri tertulis dalam Matius 13 : 14-15 “Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka <strong><em>melihat dengan matanya</em></strong> dan <strong><em>mendengar dengan telinganya</em></strong> dan <strong><em>mengerti dengan hatinya</em></strong>, lalu <strong><em>berbalik</em></strong> sehingga <strong><em>Aku menyembuhkan</em></strong> mereka.” Dari 2 ayat ini kita tahu bahwa kunci untuk mengalami kesembuhan adalah melihat dengan mata, mendengar dengan telinga dan mengerti dengan hati lalu berbalik maka Tuhan tidak punya jalan lain selain memberikan kesembuhan. Kata-kata “Aku menyembuhkan” ini juga bisa berarti “Aku memulihkan” atau “Aku menyelamatkan”. Karena itu apakah kita memiliki mata, telinga dan hati untuk mengerti kehendak Allah dan melakukannya ? Jika ya maka kesembuhan akan terjadi dalam kehidupan kita.</p>
<p>Bangsa Israel pada jaman Yesaya, tidak mengalami kesembuhan karena mereka sudah melihat dan mendengar tentang kebesaran Tuhan dan perbuatan Tuhan yang luar biasa namun hatinya bebal dan tidak mau melakukan apa yang dihendaki oleh Tuhan. Pada jaman Yesus, banyak mukjizat terjadi – orang yang sakit disembuhkan, orang lumpuh berjalan, orang yang kerasukan dipulihkan, banyak yang melihat dan mendengar hal itu namun hati mereka tidak mengerti sehingga mereka tidak mengalami kesembuhan. Walaupun manusia dapat melihat dan mendengar namun oleh karena kekerasan hatinya, mereka menjadi buta dan tuli serta tidak mau melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Pengertian melihat dan mendengar bukan hanya berarti sekedar melihat dan mendengar tetapi juga ada faktor lain yang penting yaitu apakah kita melakukan apa yang dilihat dan apa yang didengar dari Tuhan. Seringkali kita memang melihat dan membaca firman Tuhan namun kita tidak melakukannya. Demikian juga kita sering mendengar firman Tuhan dan kotbah-kotbah yang bagus namun kita tidak melakukannya atau tidak percaya. Hal itu sama artinya kita tidak melihat dan mendengar apa yang disampaikan oleh Tuhan. Kita melihat dan mendengar namun tidak menangkap dan mengerti pesan Tuhan dengan baik. Karena jika kita mengerti dengan hati kita dan percaya serta kita berbalik maka Tuhan akan memulihkan kehidupan kita. Itulah janji Allah dalam kehidupan kita. Kita perlu belajar untuk mengembangkan kemampuan melihat dan mendengar kita agar hati kita bisa mengerti. Sebagai contoh dalam Matius 4 : 23-24 dituliskan “<em>Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. </em>“</p>
<p>Saat kita membaca ayat tersebut maka berarti kita melihat dan mendengar hanya secara lahiriah namun untuk dapat melihat dan mendengar secara rohani maka kita perlu merenungkan kembali ayat-ayat tersebut. Mungkin ada sebagian orang membaca ayat ini hanya sebagai cerita biasa bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan orang-orang sakit namun hatinya tidak percaya. Namun ada sebagian lagi yang menanggapi ayat tersebut dengan berkata “Sungguh luar biasa Tuhan, kalau dulu Tuhan bisa menyembuhkan maka saya percaya saat ini juga Tuhan bisa menyembuhkan sakit saya” Tanggapan yang berbeda terhadap firman Tuhan akan menghasilkan tindakan yang berbeda. Tanggapan yang hanya melihat dan mendengar secara fisik tanpa mengerti dan percaya terhadap firman Tuhan inilah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sebagai melihat namun tidak melihat, mendengar namun tidak mendengar. Tentu saja tanggapan hati seperti ini membuat kita tidak bisa mengalami mukjizat Tuhan. Karena mukjizat kesembuhan dan pemulihan bekerja seiring dengan iman kita dan iman kita bertumbuh dari pendengaran akan firman Kristus. Namun jika kita menanggapi dengan baik dan percaya dalam hati serta melakukan firman Tuhan maka niscaya mukjizat pasti terjadi dalam kehidupan kita. Ada kesembuhan, pemulihan dan keselamatan terjadi seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam firmanNya. Jadi setiap kali kita membaca firman Tuhan haruslah kita percaya dan melakukannya. Jika firman Tuhan katakan kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka kita harus belajar mengampuni sehingga saat kita mengampuni berarti kita melihat dan mendengar firman Tuhan dan tidak ada jalan lain bagi Tuhan kecuali memberkati dan menyembuhkan kehidupan kita.</p>
<p>Pada jaman nabi Yesaya, ia disuruh oleh Tuhan untuk melayani raja Hizkia yang sedang sakit. Saat itu raja Hizkia tahu bahwa ia akan segera mati dan kemudian ia menangis dan berdoa di hadapan Tuhan. Dan Tuhan akhirnya melihat kesungguhan hati dan penyesalan akan dosanya, maka Tuhan menyembuhkan Hizkia dan memperpanjang usianya selama 15 tahun. Pertobatan sejati dan sungguh-sungguh mampu membuat hati Tuhan  berbalik dan menyembuhkan kita. Dalam Mazmur 107 : 17-20 tertulis “Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. “ Dalam firman Tuhan ini kita tahu bahwa dosa dapat menyebabkan sakit dalam kehidupan namun saat kita bertobat, mengakui dosa dan berbalik maka Tuhan segera menyembuhkan penyakit kita. Jadi jika kita telah melihat dan mendengar firman Tuhan ini maka kita tidak akan berani lagi untuk menyimpan dosa kita tapi kita akan bersegera mengakui dosa dan bertobat dari dosa kita, karena dosa dapat menyebabkan penyakit. Untuk itu alamilah terobosan kesembuhan dengan melihat, mendengar, dan mengerti firman Tuhan serta melakukannya. Tuhan Yesus memberkati</p>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=661&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=661</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawaban Teka-teki Einstein</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=635</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=635#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 11:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[einstein]]></category>
		<category><![CDATA[einstein puzzle]]></category>
		<category><![CDATA[teka teki einstein]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=635</guid>
		<description><![CDATA[Klik pada judul untuk melihat jawaban]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="text-align: left; height: 124px; width: 600px;" border="1">
<tbody>
<tr>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Norwegia</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Denmark</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Inggris</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Jerman</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Swedia</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Kuning</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Biru</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Merah</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Hijau</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Putih</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Air</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Teh</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Susu</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Kopi</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Bir</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Dunhill</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Marlboro</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Pallmall</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Rothmans</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Windfield</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Kucing</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Kuda</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Burung</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Ikan</td>
<td style="vertical-align: top; width: 100px;">Anjing</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=635&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=635</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mazmur 23 – Tuhan adalah Gembalaku</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=631</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=631#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 07:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Focus]]></category>
		<category><![CDATA[gembala]]></category>
		<category><![CDATA[gembalaku]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian]]></category>
		<category><![CDATA[tanah perjanjian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mazmur ini adalah suatu mazmur yang sangat indah karena ia menghubungkan Perjanjian Lama dan Baru secara langsung. Mazmur ini ditulis 1,000 tahun sebelum Tuhan Yesus lahir ke dunia dan sampai hari ini, Tuhan tetaplah gembala yang baik bagi kita semua.</p>
<p>Mazmur ini jelas ditulis oleh Daud, tapi ahli Kitab suci mengatakan ada 2 kemungkinan sebagai latar belakang Mazmur ini. Yang pertama adalah ketika umat Tuhan mengingat pimpinanNya dalam kehidupan mereka sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mazmur ini adalah suatu mazmur yang sangat indah karena ia menghubungkan Perjanjian Lama dan Baru secara langsung. Mazmur ini ditulis 1,000 tahun sebelum Tuhan Yesus lahir ke dunia dan sampai hari ini, Tuhan tetaplah gembala yang baik bagi kita semua.</p>
<p>Mazmur ini jelas ditulis oleh Daud, tapi ahli Kitab suci mengatakan ada 2 kemungkinan sebagai latar belakang Mazmur ini. <strong>Yang pertama</strong> adalah ketika umat Tuhan mengingat pimpinanNya dalam kehidupan mereka sejak Ia membebaskan mereka dari tanah Mesir. Dibawa ke tanah Perjanjian melalui padang gurun yang sukar; yang penuh dengan tantangan dan ancaman bahaya. Selama 40 tahun mereka harus berjalan di padang gurun, namun kita baca bahwa pemeliharaan Tuhan yang ajaib dialami oleh bangsa itu. Mereka tidak kekurangan sesuatu apa pun, mereka terjamin dan terpenuhi dalam segala kebutuhannya. Mereka melintas bahaya tapi tidak ditimpa bahaya. Mereka diselamatkan dari berbagai ancaman yang datang silih berganti. Bahkan di Firman dikatakan pakaian dibadan mereka tidak menjadi lapuk selama 40 tahun. Itulah suatu gambaran betapa hebatnya pemeliharaan Tuhan atas umatNya. Karena itu, lalu Daud merenungkan pengalaman yang indah ini bersama Tuhan dan menulis, <em>“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” </em></p>
<p>Latar belakang <strong>kedua</strong> yang mungkin adalah dari pengalaman Daud sendiri. Dia adalah seorang gembala sebelum dipanggil dan diangkat oleh Tuhan menjadi raja. Dia tahu bagaimana peran seorang gembala yang memperhatikan dan memelihara domba-dombanya. Dia tahu bagaimana melindungi domba-domba nya dari bahaya ancaman binatang buas. Oleh karena kesetiaan sang gembala yang penuh dengan pengorbanan, maka domba-domba itu aman, tenang dan tentram. Terpenuhi segala kebutuhannya, dan dipuaskan dalam segala hal. Dan Daud melihat, seperti itulah Tuhan terhadap orang-orang yang percaya kepadaNya. Bukan itu saja, Daud sendiri mengalami masa-masa yang sulit dalam kehidupannya sebagai domba Allah. Berkali-kali dia menghadapi ancaman maut saat Saul ingin membunuhnya. Tapi dia mengalami secara langsung bagaimana Tuhan melindungi dan memelihara dia sama seperti dia pernah memelihara domba-dombanya. Dan karena itu, dia menulis, <em>“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” </em></p>
<p>Mana pun dari latar belakang ini, satu hal yang penting sekali adalah Mazmur ini ditulis berdasarkan sebuah pengalaman langsung dengan Tuhan. Bukan mendengar kata atau cerita orang, melainkan mengalami secara langsung. Ini suatu panggilan bagi kita semua agar kita pun mau mengalami secara langsung pemeliharaan Tuhan sebagai gembala yang baik dan setia, dan senantiasa memenuhi janji-janjiNya kepada kita.</p>
<p>Mazmur ini dibuka dengan kalimat, <em>“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”</em> Sebenarnya satu kalimat sudah cukup bahwa jika Tuhan adalah gembala kita, takkan kekurangan kita. Ayat-ayat selanjutnya adalah penjelasan lebih rinci apa artinya tidak kekurangan. Manusia mempunyai berbagai kebutuhan dalam berbagai dimensi. Maka dijelaskan dalam Mazmur ini satu demi satu bagaimana Tuhan mencukupi segala kebutuhan kita. Ada kalimat <em>“Ia membaringkan aku dipadang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.”</em> Ini suatu gambaran pemeliharaan Tuhan secara jasmani. Saat bangsa Israel dibebaskan dari tanah Mesir, mereka dijanjikan akan menuju ke tanah yang belimpah dengan susu dan madu. Berkali-kali dalam Firman Tuhan dijanjikan demikian. Daud, ditempat lain menulis, <em>“Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, belum pernah aku melihat anak orang benar meminta-minta roti.”</em> Jika kita memilih untuk setia mengikuti Gembala Agung, maka kita akan dipelihara secara ajaib. Memang ada krisis ekonomi dimana-mana. Tapi orang-orang benar yang setia kepada Tuhan dijanjikan tidak akan kekurangan apa-apa.</p>
<p>Tapi itu belum cukup. Sebagai manusia, kita tidak butuh roti saja. Kita juga perlu kebutuhan-kebutuhan yang bersifat emosional, kejiwaan dan batiniah. Kita membutuhkan damai sejahtera, penghiburan, kekuatan dan pengharapan yang memuaskan jiwa kita. Jika Tuhan adalah Gembala kita, maka Ia akan <em>“menyegarkan jiwaku”</em> dan memenuhi semua hal-hal yang bersifat psikologis dan emosional. Orang dunia mencari pelarian atau penghiburan ke tempat-tempat lain yang hanya bersifat sesaat. Mereka tidak bisa mendapatkan kepuasaan sejati yang menetap. Tapi jika Tuhan adalah Gembala kita, Dia menyegarkan jiwa kita dan memberi damai sejahtera yang melampaui akal budi untuk memelihara hati dan pikiran kita. 	Itu pun masih belum cukup. Bukan saja kita dipenuhi secara jasmani dan emosional, tapi juga dipenuhi dalam kebutuhan secara rohani. Kalimat berikut berkata, <em>“Ia menuntun aku dijalan yang benar oleh karena namaNya.”</em> Apakah jalan yang benar itu? Yesus sendiri berkata, <em>“Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup.”</em> Jikalau Tuhan adalah Gembala kita, Dia akan menuntun kita berjalan untuk menuju kepada hidup yang kekal.</p>
<p>Namun demikian, ayat 4 berkata, <em>“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”</em> Ini menunjukkan bahwa kadang-kadang ada kesukaran dalam hidup kita. Meskipun kita setia kepada Tuhan dan rajin bersekutu denganNya, kadang-kadang kita ditimpa oleh kemalangan karena kita hidup didunia yang sudah jatuh. Namun, Tuhan kita tetap ajaib dari dulu, sekarang dan selama-lamanya. Itu sebabnya Daud berkata, <em>“…aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku…”</em></p>
<p>Seolah-olah belum cukup, Daud menulis: <em>“Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.&#8221;</em> Itu adalah gambaran yang aneh. Di saat kita terancam oleh musuh, kita tidak bisa makan. Namun, jika Tuhan adalah gembala kita, musuh boleh ada disekeliling, kita tetap bisa makan dengan nyaman. Damai sejahtera dan ketenangan akan melingkupi kita. Luar biasa bukan jadi domba Tuhan?</p>
<p>Ayat terakhir berkata: <em>“Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku&#8230;” </em>Ini berbicara tentang masa depan kita. Mungkin banyak yang khawatir tentang masa depannya; apakah masih ada harapan atau hari esok terasa suram? Orang yang menjadikan Tuhan gembalanya akan diikuti berkat Tuhan kemana pun ia pergi. Setiap langkahnya akan diikuti oleh kebajikan dan kemurahan Tuhan. Jika kita menjadikan Dia Gembala, jaminan masa depan selalu ada. Kalimat terkahir berkata, <em>“…dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”</em> Itu seperti garis perjalanan hidup mulai dari dunia sampai kepada kekekalan. Bukan hanya 5-10 tahun kedepan, tapi untuk selama-lamanya. Berkat Tuhan yang luar biasa tersedia bagi orang yang percaya kepadaNya, yang menjadikanNya Gembala yang baik dalam hidupnya. Bukan saja jaminan kebutuhan jasmani, jiwani dan rohani dipenuhi; bahkan kita diberi solusi untuk segala masalah berat dan ringan dalam hidup ini. Kita dijamin masa depan yang penuh dengan berkat, dan kita dibawa sampai kepada kekekalan apabila Ia menjadi Gembala kita. Sudahkah Tuhan menjadi Gembala Agung mu?</p>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=631&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=631</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dasar-dasar doa penyembuhan</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=625</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=625#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 06:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Focus]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[penebusan]]></category>
		<category><![CDATA[penyembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sembuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu (1 Petrus 5:21-25).</em></p>
<p>Rasul Petrus menulis surat ini untuk jemaat yang ada di bawah penggembalaannya yang mayoritas orang Yahudi yang tersebar tidak hanya di Yerusalem. Surat ini adalah surat edaran yang ditujukan tidak hanya kepada satu jemaat, tetapi diedarkan kepada banyak jemaat. Apa yang ditulis oleh Petrus ini masih relevan dan dapat diaplikasikan oleh kita semua pada jaman ini. Surat 1 Petrus ditulis pada saat jemaat mengalami aniaya besar yaitu sekitar tahun 60 Masehi pada jaman kekuasaan kaisar Nero yang jalas-jelas memerintahkan kekaisaran untuk membasmi gereja. Di tengah-tengah suasana seperti itu Rasul Petrus berusaha untuk menguatkan jemaat untuk tetap bertahan, tetap mengasihi, tetap hidup kudus, tetap menghormati raja dan tetap berdiri pada kebenaran seperti teladan Tuhan Yesus. Petrus tidak lupa mengingatkan bahwa Yesus pun mengalami penderitaan serupa dan telah memberikan teladan untuk kita semua. Saat menulis surat ini mungkin Petrus sedang mengingat pada perikop di Yesaya 53 bahwa penyakit kitalah yang ditanggung-Nya dan sekaligus pemberontakan kita. Yesus adalah sosok pribadi yang mewakili dua peran besar sekaligus yaitu sebagai Mesias yang perkasa dan Pelayan yang menderita.</p>
<p>Ditengah-tengah aniaya dan tekanan yang begitu besar, Petrus menyampaikan dasar iman kepada jemaat bahwa &#8220;Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.&#8221; Petrus mangingat lagi hari-harinya saat berjalan bersama dengan Tuhan selama lebih dari tiga tahun. Dia melihat sendiri karya Tuhan Yesus saat menyembuhkan orang-orang satu persatu. Tidak ada keraguan sama sekali dalam diri Petrus bahwa Yesus adalah pribadi penyembuh. Sehingga kesembuhan yang adalah sifat Kristus yang mengasihi tidak bisa dipisahkan dari keberadaan gereja sebagai tubuh Kristus. Kesembuhan adalah bagian dari Amanat Agung yang disampaikan sebelum Yesus naik ke surga (Markus 16:15-20). Jadi adalah suatu kewajiban bagi gereja untuk menyuarakan kegerakan kesembuhan di tengah dunia yang sedang sakit.</p>
<p>Kapan Gereja mulai kehilangan semangat yang dikobarkan oleh Petrus ini? Sejarah gereja mencatat bahwa pada sekitar tahun 313, menjelang tahun pertobatan Constantine, Santo Agustinus di dalam bukunya City of God, mulai mengeluhkan kenapa mujizat di jamannya tidak sehebat di jaman para Rasul. Dia mulai bertanya-tanya dimana mujizat? Orang-orang pada jaman itu berpikir mungkin mujizat sudah selesai karena masa aniaya seperti yang dialami jemaat pada jaman para Rasul sudah lewat. Jemaat sudah mulai tidak percaya lagi kepada mujizat. Ini pikiran yang sempit yang ditentang oleh Santo Agustinus. Tentu saja kita semua percaya bahwa mandat Yesus tidak berubah. Dia terus bekerja bersama-sama dengan jemaat-Nya dan memberikan kuasa sampai akhir jaman. Penganiayaan tidak berhenti setelah Constantine bertobat. Mungkin di Barat suasananya sudah mulai reda, tapi penyebaran Injil terus berjalan sampai keseluruh bumi. Bagaimana orang-orang Kristen di Timur yang masih teraniaya. Bukankah disitu membutuhkan kuasa Allah untuk senantiasa dinyatakan dalam kehidupan? Bukankah disitu perlu untuk tetap menjadi saksi? Ini yang harus kita pegang bahwa kuasa Allah masih tetap bekerja dan mujizat masih terjadi.</p>
<p>Ada 4 dasar yang perlu kita mengerti dalam berdoa memohon kesembuhan Ilahi. Dasar-dasar ini perlu kita tanamkan agar setiap kali saudara menghadapi masalah, maka saudara bisa yakin berdoa.</p>
<ol>
<li><strong>Kesembuhan dan keutuhan adalah kenyataan dari karya Allah yang sempurna</strong><br />Miliaran planet yang ada di alam semesta tidak terjadi begitu saja. Semua diciptakan oleh sang Pemcipta yang Agung. Di saat awal penciptaan dunia adalah sempurna adanya. Dikatakan bahwa &#8220;semuanya baik&#8221;. Saat pencitptaan pertama kali, Adam dan Hawa menghirup udara yang begitu segar. Tidak ada sakit penyakit dan kematian. Namun sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa maka dunia berubah dan tercemar. Setelah kejatuhan dalam dosa umur manusia masih sangat panjang sampai lebih dari 900 tahun. Tetapi keadaan dunia semakin buruk sampai Allah menghabisi dunia dengan air bah pada jaman nabi Nuh. Dosa masuk dan membuat apa yang kita kenal saat ini dengn kekurangan, penderitaan, sakit penyakit, umur yang pendek dan lain sebagaina. Itulah kenyataan hidup. Dunia saat ini sudah koyak meskipun Tuhan masih mengijinkan adanya keindahan. Yesaya 65:20 berbicara mengenai pemerintahan seribu tahun Kristus kelak di muka bumi ini. Dikatakan tidak ada bayi yang hanya hidup beberapa hari dan siapa yang mati pada usia seratus tahun dianggap mati muda. Seperti inilah keadaannya saat bumi dipulihkan kembali. Umur manusia berangsur-angsur akan menjadi panjang lagi dan sakit penyakit serta kematian tidak akan ada lagi.
<p>Dasar kita berdoa untuk meminta kesembuhan adalah bahwa kita sepenuhnya menyadari bahwa sakit penyakit bukan bagian dari apa yang Allah tetapkan untuk manusia, tetapi sakit penyakit adalah bagian dari kejatuhan manusia ke dalam dosa. Tuhan Yesus telah mengambil alih semua sakit penyakit kita dengan memakukannya di kayu salib. Tanpa pengorbanan Tuhan Yesus melalui salib, maka semua mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus nilainya hanya sementara. Mujizat 5 roti dan 2 ikan hanya sementara karena keesokan harinya akan lapar lagi. Kebangkitan Lazarus hanya sementara karena dia pun akan tetap mati. Semua mujizat yang Tuhan lakukan tidak akan berarti tanpa ditutup dengan kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya. Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus memberikan kuasa keselamatan yang dalam bahasa Yunani adalah Sozo yang artinya menyelamatkan dan memelihara (1 Tesalonika 5:23).</p>
<p>Dunia akan berlalu termasuk sakit penyakit saudara juga akan berlalu. Banyak orang saat menghadapi sakit penyakit berpikiran terbalik. Dia berpikir bahwa sakit menjadi satu-satunya realitas kehidupan yang dia tahu sehingga biasanya reaksinya kalau tidak meyalahkan Tuhan mungkin hanya &#8220;nrimo&#8221; atau pasrah saja dengan keadaan mereka. Kita sebagai orang Kristen memiliki pengharapan bahwa tubuh ini adalah kemah yang akan dibongkar dan digantikan dengan tubuh yang baru yang sempurna. Jiwa yang sehat dan roh yang menyala-nyala itu akan menguatkan dan menyegarkan tubuh kita. Tuhan menciptakan segala sesuatu baik pada awalnya dan juga nanti pada kekekalan Tuhan akan menjadikan baik kembali. Apabila saat ini saudara sakit katakan dengan iman bahwa &#8220;Sakitku hanya sementara dan Tuhan sudah memelihara roh, jiwa dan tubuhku sempurna adanya sampai kepada kekekalan.&#8221;</p>
</li>
<li><strong>Kesembuhan dan keutuhan adalah bagian dalam karya penebusan Tuhan Yesus di kayu salib.</strong><br />Sakit penyakit sudah termasuk dari apa yang ditanggung dan ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib. Dia yang tidak mengenal dosa, diremukkan supaya oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan. Saat menerima perjamuan kita minum anggur yang adalah darah Yesus yang menebus dan mengampuni semua dosa kita. Ingat perkataan Tuhan Yesus dalam perjamuan &#8220;Inilah tubuhKu yang dipecah-pecahkan bagi kamu dan inilah darah-Ku, darah perjajnjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Kalau saudara mengambil perjamuan sudah selayaknya saudara percaya bahwa pengorbanan Tuhan Yesus telah menebus segala dosa termasuk sakit penyakit kita. Tubuh Yesus yang tidak berdosa dan secara fisik begitu sehat dan sempurna telah dicabik-cabik dan diremukkan sebagai ganti tubuh kita agar tubuh kita menjadi sehat. Kesembuhan adalah bagian dari karya penebusan. Bahkan Perjanjian Lama pun menegaskan ada karya penebusan terhadap sakit penyakit (<strong>Keluaran 23:25</strong>). Hal demikian bisa terjadi karena adanya korban anak domba. Tanpa korban anak domba Israel masih akan terus berada ditengah-tengah Mesir dan tidak bisa keluar. Jelas korban anak domba membawa dampak yang begitu besar. Kita katakan dengan penuh iman &#8220;Tubuh-Mu yang terpecah adalah dasar untuk kami berkata oleh bilur-bilur-Mu kami telah sembuh.&#8221;
</li>
<li><strong>Firman Tuhan adalah sarana untuk melakukan kesembuhan.</strong><br />Tuhan melakukan dan mengerjakan segala sesuatu melalui firman-Nya. Dalam Mazmur 107:20 dikatakan bahwa Tuhan menyampaikan firman-Nya dan  disembuhkan-Nya mereka. <strong>Amsal 4:20-22</strong> meminta kita untuk memperhatilan perkatan dan ucapan Tuhan karena itulah kehidupan dan kesembuhan bagi tubuh kita. Pengemis buta Bartimeus sudah berteriak-teriak kepada Tuhan Yesus untuk minta kesembuhan dan tentu saja Yesus pun tahu akan hal itu. Tapi Tuha terlebih dahulu menanyakan kepadanya &#8220;Apa yang mau Aku perbuat bagimu?&#8221; Iman hanya bisa muncul pada saat kehendak Allah diketahui. Itulah sebabnya Allah pada waktu mau melakukan kesembuhan terlebih dahulu mengutus firman-Nya. Kta harus ijinkan firman Allah masuk dalam hati kita dan menghasikan buah kesembuhan itu dalam kehidupan kita. Jangan kita datang kepada Tuhan dengan sikap kalau Tuhan mau menyembukan ya syukur, tapi kalau tidak juga tidak apa-apa.
<p>Dalam <em>Roma 10:17</em> dikatakan <em>iman timbul dari pedengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus</em>. Kata firman Kristus yang dipakai disini dalam bahasa aslinya adalah &#8220;<strong>Rhema</strong>&#8221; bukan &#8220;<strong>Logos</strong>&#8220;. Artinya bukan firman yang tertulis dalam kitab suci (Logos), tetapi firman yang segar yang sepertinya baru saja Tuhan ucapkan (Rhema). Makanya Tuhan berkata juga kepada orang kusta &#8220;Apa yang engkau mau Aku lakukan?&#8221; Ini membangkitkan iman dan orang kusta meresponnya &#8220;Kalau Engkau mau, jadikanlah aku tahir.&#8221; Jawab Yesus seketika itu &#8220;Aku mau.&#8221; Kesembuhan bukan soal metode atau siapa hamba Tuhannya karena hamba Tuhan itu bukan jaminan. Yang harus saudara dapatkan adalah firman Tuhan atau Rhema terlebih dahulu.</p>
<p>Mari datang menghadap Tuhan seperti orang-orang sakit yang ada dalam kitab suci. Berkali-kali Tuhan bertanya &#8220;Kamu mau apa, kamu mau Aku lakukan apa?&#8221; Hal ini ditanyakan karena Tuhan mau iman orang tersebut bangkit dan meraih janji Tuhan. Karena saat iman saudara bangkit, maka bukan hanya tubuh saudara yang disembuhkan tapi juga roh saudara.</p>
</li>
<li><strong>Iman adalah kondisi hati untuk menerima kesembuhan.</strong><br />Adalah tugas dan bagian kita untuk mengembangkan gaya hidup iman. Iman adalah media bagi saudara untuk menerima kesembuhan itu. Ayat Yakobus 5:14 adalah mengenai doa orang sakit. &#8220;Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan meyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa maka dosanya itu akan diampuni.&#8221; Ada yang menarik disini bahwa Tuhan selalu mengaitkan pengampunan dosa dan kesembuhan karena ini harganya adalah satu paket. Jadi penebusan juga berbicara mengenai kesembuhan. Yakobus mengatakan orang yang mendua hati tidak akan bisa tenang. Saat kita sudah berdoa minta kesembuhan dan mengimaninya, tapi mata kita masih melihat kenyataan bahwa kita belum sembuh ini menyebabkan mendua hati. Hidup dengan iman tidak sama dengan hidup dengan penyangkalan atau slogan-slogan yang dikatakan orang. Bukan bilang &#8220;Saya tidak sakit, saya tidak sakit.&#8221; Tetapi jauh lebih daripada itu kita percaya sepenuh hati bahwa oleh bilur-bilur-Mu saya sudah sembuh. Meskipun saat itu tubuh jasmaniku semakin hari semakin merosot, tetapi tubuh rohaniku terus menerus diperbaharui. Dengan iman maka kenyataan sakit yang saudara alami akan ditenggelamkan oleh kenyataan yang lebih besar bahwa Tuhan Yesus telah menebus saudara dua ribu tahun yang lalu. Iman itu ada di antara apa yang Tuhan telah nyatakan dan apa yang Tuhan telah lakukan. Iman uga berarti menyingkirkan segala penghalang yang bisa menghalangi kita, kalau memang ada, contohnya adalah dosa. Saat dosa diampuni maka kesembuhan juga mengalir. </li>
</ol>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=625&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=625</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teka teki Einstein</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=619</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=619#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 14:28:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[einstein]]></category>
		<category><![CDATA[puzzle]]></category>
		<category><![CDATA[teka teki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[<p><p class="wp-caption-text">Eistein and me</p>
Teka-Teki Einstein (98% orang di dunia tidak mampu memecahkannya)!</p>
<p>Ini seratus persen murni LOGIKA dan tidak ada trik.
Albert Einstein menyusun teka teki ini pada abad yang lalu.
Dia menyatakan, 98% penduduk di dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini.
Apakah anda termasuk yang 2%?</p>
<p>Inilah teka-teki itu :
Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda.
Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda.
Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu.
Merokok satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://mejatulis.com/blog/wp-content/uploads/2010/08/Einstein&#038;Oky.jpg" alt="Einstein" width="250" height="280" /><p class="wp-caption-text">Eistein and me</p></div><br />
Teka-Teki Einstein (98% orang di dunia tidak mampu memecahkannya)!</p>
<p>Ini seratus persen murni LOGIKA dan tidak ada trik.<br />
Albert Einstein menyusun teka teki ini pada abad yang lalu.<br />
Dia menyatakan, 98% penduduk di dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini.<br />
Apakah anda termasuk yang 2%?</p>
<p>Inilah teka-teki itu :<br />
Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda.<br />
Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda.<br />
Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu.<br />
Merokok satu merek rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu.<br />
Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang minum minuman yang sama, merokok merek rokok yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.</p>
<p>Pertanyaannya: Siapakah yang memelihara IKAN?</p>
<p>Petunjuk:</p>
<p>1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah.<br />
2. Orang Swedia memelihara anjing.<br />
3. Orang Denmark senang minum teh.<br />
4. Rumah berwarna hijau terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna putih.<br />
5. Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.<br />
6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung.<br />
7. Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu.<br />
8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill.<br />
9. Orang Norwegia tinggal dirumah paling pertama.<br />
10. Orang yang merokok Marlboro tinggal disebelah orang yang memelihara kucing.<br />
11. Orang yang memelihara kuda tinggal disebelah orang yang merokok Dunhill.<br />
12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir.<br />
13. Disebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.<br />
14. Orang Jerman merokok Rothmans.<br />
15. Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.</p>
<p>pengen tau jawabannya??? <a title="Jawaban teka-teki Einstein" href="http://mejatulis.com/?p=635" target="_blank">Klik disini</a></p>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=619&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=619</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan Rahasia &#8211; The Secret Life</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=611</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=611#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 12:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Focus]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan publik]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[secret life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[<p>Walaupun judul diatas tidak berbicara tentang kesembuhan tetapi sangat berkaitan dengan kesembuhan. Dimana 2 bulan lebih gereja akan berbicara tentang Kesembuhan, lawatan Tuhan. Kenapa kehidupan kita banyak sakit? Karena ada kehidupan rahasia.</p>
<p>Matius 6:5-6</p>
<p>&#8220;Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tiungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapatkan upahnya</p>
<p>Disini ada sebuah kehidupan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun judul diatas tidak berbicara tentang kesembuhan tetapi sangat berkaitan dengan kesembuhan. Dimana 2 bulan lebih gereja akan berbicara tentang Kesembuhan, lawatan Tuhan. Kenapa kehidupan kita banyak sakit? Karena ada kehidupan rahasia.</p>
<p><strong>Matius 6:5-6</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tiungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapatkan upahnya</em></p>
<p>Disini ada sebuah kehidupan, yaitu kehidupan didepan orang banyak.</p>
<p><em>Tetapi jika engkau berdoa, masuklah kedalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalas kepadamu.</em></p>
<p>Yesus menjelaskan ada sebuah kehidupan yang tiap kali berdoa selalu dikonsumsi orang banyak bahasanya bagus yaitu Doa di muka Publik dimana doa ini dipuji-puji orang tetapi ada juga sebuah kehidupan doa, dimana pembantu, istri bahkan suami tidak boleh melihat tetapi masuk ke kamar dan berdoa. Itulah sebuah kehidupan dimana Tuhan banyak berbicara dan banyak hal dijawab.</p>
<p><strong>Dari ayat-ayat diatas ada 3 jenis kehidupan</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Kehidupan Publik</em></strong>. &#8211; Inilah kehidupan di depan banyak orang, kehidupan yang dilihat orang, di gereja, rumah ibadat, di kantor, di sekolah, di tempat umum. Di kehidupan ini kita berusaha didandani, dipoles sedemikian rupa supaya kelihatan bagus, biar kelihatan hebat. Disinilah letak gengsi kita, supaya disanjung orang dan tidak jarang ada perkataan yang sering kita dengar kalah nasi tapi jangan kalah aksi. Tuhan berkata jangan mencari pujian dari manusia. Kita tidak perlu repot dengan kehidupan publik ini.
<p>Dalam Filipi 2:3. <em>dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri.<br /></em><br />Banyak orang sibuk dengan mencari pujian dari manusia. Padahal Tuhan sudah mengatakan jangan. Tapi nyatanya masih banyak orang melakukan hal ini.<br /><strong><br />Contoh : Saul melanggar perintah Tuhan (1 Samuel 13)<br /></strong>Saul memohon kepada Samuel untuk tidak mempermalukan dirinya didepan orang banyak. Pujian dari manusia hanya bersifat sementara. Ketika kita mengalami kesalahan pada saat itu juga sirnalah pujian yang selama ini yang kita terima. Bila kita terlalu sering menjaga kehidupan publik ini maka kita bisa kena penyakit yang namanya penyakit gila.</p>
<p>Mari kita lihat dalam <em>Galatia 5:26. Janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.<br /></em><br />Gila hormat ada muka di publik. Orang bergitu sibuk dengan kehidupan ini.</li>
<li><strong><em>Kehidupan Pribadi</em></strong>. &#8211; Kehidupan ini sudah lebih terbatas, hanya didepan kakak, adik, suami, istri atau teman-teman dekat kita. Kehidupan pribadi ini terbatas. Kalau yang pertama kita harus dandani sedemikian rupa tapi untuk kehidupan pribadi tidak perlu. Kehidupan pribadi ini berbeda dengan kehidupan publik. Kehidupan ini sangat penting dan apa adanya kita (otentik).</li>
<li><strong><em>Kehidupan Rahasia</em></strong> &#8211; tersembunyi &#8211; ini adalah kehidupan ketika kita tidak ada yang lihat, ketika kita sendiri &#8211; imajinasi, khayalan, ambisi, motivasi. Dalam kehidupan ini hanya Allah yang menjadi saksi kita. Karena tidak ada orang yang melihat ketika kita sendiri. Ketika ada kesempatan dan ketika kita punya imajinasi, ambisi apa yang kita lakukan hanya kita yang tahu dan tidak ada orang lain yang menjadi saksi. Hanya Tuhan yang menjadi saksi kita. Padahal disinilah sesungguhnya tempat kita tidak berpura-pura lagi tetapi sesungguhnya disinilah tempat kita untuk berdoa. Karena inilah yang dilihat Tuhan. Dalam kehidupan ini banyak yang kita rahasiakan seperti ketika kita chatting, kenalan, no HP tersembunyi dll. Dalam kehidupan ini semuanya serba rahasia tidak mau terbuka dengan yang sebenarnya.<br /><strong><em><br />Matius 23:27</em></strong>. <em>Celakalah kamu, hai ahli-ahli taurat dan orang farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan berbagai jenis kotoran.</em></li>
</ol>
<p>Ada banyak kehidupan didepan publiknya hebat tetapi kehidupan pribadinya tidak baik. Bahkan ada juga yang kehidupan di depan umum luar biasa tetapi kehidupan dirumah sangat berbeda atau di depan umum jadi preman tetapi dirumah menjadi anak mami. Kemenangan yang dari dalam ini adalah yang luar biasa.</p>
<p><strong>Lukas 8:17</strong></p>
<p>Di ayat ini jelas dikatakan apa yang tersembunyi suatu saat akan dinyatakan. Dan sesuatu yang rahasia akan diketahui dan diumumkan. <em>Tuhan berkata pada jaman akhir banyak orang akan berkata: Aku sudah bernubuat melayani, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, tetapi Tuhan katakan Aku tidak mengenal engkau, hai pelaku kejahatan.<br /></em><br />Betapa mengerikan bila hal ini terjadi didalam kehidupan kita. Untuk itu biarlah apa yang kita lakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan.</p>
<p><strong>Kehidupan Rahasia Daud</strong></p>
<p>Mazmur 51:7-9. Ayat ini berbicara tentang Kehidupan Daud dimana kehidupan Publiknya tidak sejalan, tidak sama dengan kehidupan rahasianya. Ia mengakui akan dosa-dosa  yang ia telah lakukan. Ia sadar akan apa yang dia lakukan itu salah, oleh karena itu ia memohon pengampunan kepada Tuhan.</p>
<p>2 Samuel 6. Kehidupan Publik &#8211; Pelayanan Daud, membawa pulang Bait Allah, menyembah Tuhan di tempat umum, di jalan. Daud dan bangsa Israel menari-nari dihadapan Tuhan dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.</p>
<p><strong>Ayat 15-17.</strong><br />Daud suatu hari kehidupan publiknya naik tinggi, ia menari-nari. Tetapi Daud punya dua kehidupan. Kita juga sama seperti Daud mempunyai dua kehidupan, yaitu</p>
<ol>
<li><strong>2 Samuel 11: Kehidupan Pribadi<br />Yoab, 2 Sam 11:14</strong><br />Di ayat ini di ceritakan bahwa sewaktu Daud berjalan-jalan di sotoh rumahnya ia melihat seorang perempuan yang bernama Batsyeba istri dari Uria. Daud menyuruh orang untuk membawa wanita tersebut kepadanya. Daud melakukan perbuatan yang sangat keji, dimana ia mengambil istri Uria, tidak disitu saja kejahatannya, bahkan ia menyuruh Yoab agar menempatkan Uria dibarisan terdepan saat berperang. Dan akhirnya terbunuhlah Uria. Padahal ia baru saja mengalami kemenangan, menari-nari dihadapan Tuhan. Ini kehiduapn rahasia Daud yang sangat mengerikan. Tapi pada akhirnya Daud menyesal, mengakui akan kesalahannya (Mazmur 51) dan akhirnya Tuhan menyembuhkan bathin Daud.</li>
<li><strong>2 Samuel 12:12-13: Kehidupan Rahasia</strong> &#8211; motivasi, ambisi, fantasi<br />Mari kita tinggalkan kepura-puraan kita, kita tinggalkan kehidupan laa kita. Ketika kita bertobat Tuhan memulihkan kehidupan rahasia kita. Kita diberi akses masuk. Kesembuhan harus mulai dari kehidupan rahasia ini.</li>
</ol>
<p><em>Yohanes 7:38 Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.</em></p>
<p><strong>Mengelola Kehidupan Rahasia</strong></p>
<ol>
<li><strong>Mazmur 1:1-3 Merenungkan firman Tuhan siang dan malam</strong><br />Kehidupan rahasia tidak bisa minta bantuan orang lain sementara kehidupan publik bisa minta bantuan orang lain. Ini adalah <strong><em>Personal Encounter Meeting</em></strong> (Pribadi)</li>
<li><strong>Perbaharui</strong><br /><em><strong>Kolose 3:10</strong></em> <em>dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.<br /></em><br />Kehidupan pribadi kita harus terus menerus diperbaharui sehingga tidak ada lagi kepura-puraan didalam hidup kita, karena Tuhan sudah mengasihi kita ketika kita berdosa. Jadi kita tidak perlu berpura-pura lagi, karena waktu berdosa saja Tuhan mengasihi kita.
<p><strong><em>Amsal 4:18. </em></strong><em>Kehidupan kita makin lama makin terang hingga rembang tengah hari.</p>
<p> </em></li>
<li><strong>Masuk kedalam pelayanan publik</strong><br />Kita harus terjun di dalam pelayanan. Jangan terlalu lama di kehidupan pribadi. Sementara kehidupan pribadi dibenarkan, kita juga harus terus melayani. </li>
</ol>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=611&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=611</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup dengan penuh kewaspadaan</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=609</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=609#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 14:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Focus]]></category>
		<category><![CDATA[diurapi]]></category>
		<category><![CDATA[materialistis]]></category>
		<category><![CDATA[mengampuni]]></category>
		<category><![CDATA[taat]]></category>
		<category><![CDATA[waspada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hidup yang singkat seharusnya menjadi motivasi yang besar untuk melakukan sesuatu yang luar biasa, seperti pelayanan dalam Pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil merupakan panggilan, kepercayaan dan kehormatan yang Allah beri untuk kita semua dan setiap kita adalah pribadi pribadi yang luar biasa dan kita semua memiliki potensi untuk menjadi pemberita-pemberita Injil.</p>
<p>Minggu ini menjadi minggu terakhir tema &#8220;Terobosan Dalam Penginjilan&#8220;. Dan kita akan belajar dari perjalanan seorang abdi Allah yang menyampaikan pesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup yang singkat seharusnya menjadi motivasi yang besar untuk melakukan sesuatu yang luar biasa, seperti pelayanan dalam Pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil merupakan panggilan, kepercayaan dan kehormatan yang Allah beri untuk kita semua dan setiap kita adalah pribadi pribadi yang luar biasa dan kita semua memiliki potensi untuk menjadi pemberita-pemberita Injil.</p>
<p>Minggu ini menjadi minggu terakhir tema &#8220;<strong>Terobosan Dalam Penginjilan</strong>&#8220;. Dan kita akan belajar dari perjalanan seorang abdi Allah yang menyampaikan pesan Tuhan kepada raja Yerobeam di Betel.</p>
<p>Dalam 1 Raja-raja 13 ayat 27 ditulis: <em>Lalu berbicaralah ia kepada anak-anaknya &#8220;pelanailah keledai bagiku&#8221; dan mereka memelanainya</em>. Ayat 28: <em>Kemudian ia pergi dan menemukan mayat orang yang tercampak dijalan, sedang keledai dan singa berdiri disampingnya. Singa itu tidak memakan mayat itu dan tidak mencabiknya.</em></p>
<p>Dari kedua ayat tersebut diatas kita menangkap sebuah panorama yang kurang sedap dan kurang nyaman untuk disaksikan atau didengar, sehingga kemudian muncul pertanyaan: Apa yang terjadi dan siapakah mayat yang tercampak dijalan itu, siapakah pribadi yang layak menerima hukuman dan kutuk tragis itu?</p>
<p>Di awal 1 Raja-raja 13 ditulis mengenai raja Yerobeam berdiri diatas mezbah sambil membakar korban. Raja Yerobeam mengambil tugas yang menjadi tugas seorang imam dan karena ia adalah seorang raja dam bukan seorang imam maka raja Yerobeam mengambil bagian yang bukan menjadi bagiannya. Maka kemudian atas perintah Allah datanglah seorang abdi Allah dari Yehuda ke Betel yang diutus dan diberikan mandat untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada raja Yerobeam. Atas segala perbuatannya itu raja Yerobeam diingatkan abdi Allah dan abdi Allah itu bernubuat dan memberikan suatu tanda ajaib mengenai mezbah yang pecah dan abunya akan tercurah keatasnya (ayat 3). Ayat 1 sampai dengan ayat 9 kita mendapatkan gambaran bagaiman sifat/reputasi abdi Allah yang datang kepada raja Yerobeam.</p>
<p><strong>Ada 4 reputasi yang dimiliki abdi Allah ini yaitu</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>Taat</strong><br />Ketaatan kepada Tuhan lah yang membawa abdi Allah itu datang ke Betel membawa pesan Tuhan meninggalkan kenyamanannya di Yehuda. Pada ayat ke 9 tampak jelas abdi Allah ini memegang prinsip yang paling penting sebagai seorang abdi Allah yaitu <strong>Ketaatan</strong>
</li>
<li><strong>Diurapi / memiliki kuasa</strong>.<br />Apa yang menjadi perkataan dan nubuatan abdi Allah ini benar-benar terjadi (ayat 5). Ketika raja Yerobeam mengacungkan tangannya memberi perintah untuk menangkap abdi Allah itu, secara ajaib tangan raja Yerobeam kejang dan tidak dapat diturunkan kembali (ayat 4)
</li>
<li><strong>Mengampuni</strong><br />Abdi Allah ini meskipun mendapat perlakuan yang tidak baik bahkan hendak ditangkap oleh raja Yerobeam, tetapi ketika raja minta ampunan dan doa untuk disembuhkan, abdi Allah ini berdoa dan memohon kesembuhan untuk raja Yerobeam.
</li>
<li><strong>Tidak meterialistis</strong><br />Ketika tangan raja Yerobeam sembuh, raja menawarkan abdi Allah ini untuk singgah ke istana raja dan menikmati kesenangan-kesenangan, kemudian raja pun berjanji memberikan hadiah kepada abdi Allah, tetapi semua ajakan dan tawaran raja ditolak dan pada ayat 8 abdi Allah ini sangat tegas menolak tawaran raja Yerobeam, meskipun ditawarkan setengah kerajaannya.</li>
</ol>
<p>Sekarang kita kembali ke pertanyaan diawal tadi yaitu: Siapakah orang yang mayatnya tercampak dijalanan yang disampingnya berdiri dua ekor binatang, yaitu singa dan keledai?</p>
<p>Ayat 24 memberikan jawaban yang sepertinya sulit kita terima, yaitu orang yang mayatnya tercampak dijalanan adalah abdi Allah. Kembali kita memiliki pertanyaan besar, bagaiman seorang abdi Allah yang merupakan utusan Allah, yang melakukan pekerjaan dan mujizat luar biasa, yang memiliki reputasi terpuji, dengan karakter yang patut dipuji ini mengapa harus mati tragis diterkam singa?</p>
<p>Pada ayat 14-20 kita menemukan jawabannya, mengapa abdi Allah yang luar biasa ini harus mengalami kematian yang tragis.</p>
<p><strong>Ada 3 hal yang menjadi titik jatuhnya abdi Allah itu dan 3 hal ini juga harus kita wapadai dalam pelayanan</strong>.</p>
<ol>
<li><strong>Berhenti / Parkir</strong> (Ayat 14a)<br />Abdi Allah ini menghentikan perjalanannya dan duduk-duduk dalam waktu yang lama. Seringkali kita juga mengalami perhentian, berhenti berdoa, berhenti baca firman hingga akhirnya berhenti melayani. Padahal sebagai pelayan Tuhan kita sebaiknya terus bergerak tidak kendor, karena berhenti dan parkir dalam pelayanan sangat berbahaya, jangan biarkan rohani kita parkir.</li>
<li><strong>Aku…/ sombong</strong> (ayat 14b)<br />Abdi Allah terjebak pada kesombongan. Penyakit ke-aku-an ini sangat berbahaya dalam pelayanan karena dengan menyombongkan ke-aku-an, kita mengecilkan peran Tuhan yang merupakan sumber kekuatan bagi kita.</li>
<li><strong>Tertipu</strong> (ayat 18)<br />Abdi Allah ini bisa teguh dari tawaran raja, tetapi tertipu oleh tawaran seorang nabi tua yang membohonginya. Abdi Allah ini tertipu oleh figur nabi tua. Penampilan memang seringkali menipu mata.</li>
</ol>
<p>Ketaatan merupakan prinsip yang tidak boleh dilepaskan oleh seorang pelayan Tuhan dalam pemberitaan Injil. Belajar dari perjalanan seorang abdi Allah yang diutus Tuhan dari Yehuda ke Betel, kita menarik pelajaran penting untuk memegang prinsip <strong>Taat</strong>.</p>
<p>Karena prinsip ketaatan yang dipegang teguh , abdi Allah memiliki reputasi dan diberi kuasa untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan luar biasa. Sebaliknya karena prinsip ketaatan yang tidak dijaga sampai akhir pelayanannya, abdi Allah itu mengalami kematian yang tragis, jadi mari kita hidup dengan penuh kewaspadaan. Tuhan memberkati.</p>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=609&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=609</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terobosan pemberitaan Injil</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=606</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=606#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 13:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Focus]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[pemberitaan injil]]></category>
		<category><![CDATA[visi dari Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[zona nyaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[<p>Injil yang harus kita beritakan adalah Injil yang berpusat pada Yesus Kristus. Yesus yang telah mati di kayu salib menggantikan kita, menanggung segala dosa, kejahatan, kesalahan dan kelemahan kita. Yesus yang telah mati, bangkit dan naik ke surga dan berjanji untuk menjemput kita kembali. Mengapa kita harus memberitakan Injil? Karena ini adalah perintah Tuhan untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa. Dalam hidup kita ini hanya satu yang harus kita lakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Injil yang harus kita beritakan adalah Injil yang berpusat pada Yesus Kristus. Yesus yang telah mati di kayu salib menggantikan kita, menanggung segala dosa, kejahatan, kesalahan dan kelemahan kita. Yesus yang telah mati, bangkit dan naik ke surga dan berjanji untuk menjemput kita kembali. Mengapa kita harus memberitakan Injil? Karena ini adalah perintah Tuhan untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa. Dalam hidup kita ini hanya satu yang harus kita lakukan yaitu mentaati peritah Tuhan. Kita mentaati perintah Tuhan dengan sukacita karena kita mengasihi Tuhan, bukan karena kita terpaksa atau ada maunya atau takut di hukum. Yesus telah memberikan teladan bagi kita tentang taat, bagaimana Yesus sendiri mentaati perintah Bapa, sehingga Ia harus memberikan dirinya untuk disalibkan. Tuhan ingin kita menjadi saksinya. Tuhan telah menyelamatakan kita dan Tuhan menghendaki semua orang juga diselamatkan seperti pada <strong>1 Timotius 2:4-5</strong>, Tuhan tidak mau ada yang binasa, Tuhan telah menyediakan banyak tempat untuk kita di surga, di sediakan oleh Tuhan bagi mereka yang percaya. Kita harus menawarkan tempat itu dimulai dari lingkungan di sekeliling kita.</p>
<p>Terobosan Pemberitaan Injil itu artinya kita melakukan harus diluar kebiasaaan, sesuatu yang Tuhan kehendaki. Jemaat mula-mula mengalami pertumbuhan kuantitas dan kualitas yang mengagumkan, tapi tidak demikian dengan halnya dalam pandangan Tuhan. Tuhan menghendaki Injil diberitakan bukan hanya di Yerusalem, tapi ke Yudea, Samaria, bahkan seluruh bumi. Pada saat itu jemaat Yerusalem mempunyai pandangan bahwa keselamatan itu hanya untuk orang Yahudi. Karena itu mereka hanya memberitakan Injil di daerah Yerusalem.</p>
<p>Teobosan Pemberitaan Injil akan terjadi pada saat:</p>
<ol>
<li><strong>Meninggalkan Zona Nyaman</strong><br />Yerusalem adalah zona nyaman, karena pada saat itu mereka telah mencapai pertumbuhan kuantitas dan kualitas yang luar biasa di jemaat mereka. Dan telah meninggalkan pemahaman mereka yang sempit tentang keselamatan itu sendiri. Kadang Tuhan melakukan sesuatu yang akhirnya akan memaksa kita meninggalkan zona nyaman kita. Seperti Jemaat Yerusalem yang diijinkan Tuhan mengalami aniaya yang luar biasa sehinga akhirnya mereka meninggalkan Yerusalem sambil memberitakan Injil.</li>
<li><strong>Tuhan bisa mengubahkan kesempitan menjadi kesempatan</strong><br />Saat Stefanus ditangkap ia tidak takut bersaksi akan siapa itu Yesus Kristus. Bahkan pada saat dirajampun ia berdoa untuk orang-orang yang melemparinya dengan batu. Saat itu hal itu merupakan suatu kehilangan yang besar bagi jemaat Yerusalem, krisis kepemimpinan. Tapi Tuhan dengan luar biasa mengubah krisis kepemimpinan itu menjadi suatu kesempatan. Tantangan itu merupakan suatu kesempatan bagi Tuhan. Pada saat Jemaat Yerusalem mendapatkan tekanan yang hebat, Tuhan menbangkitkan Filipus yang memberitakan Injil di Samaria dan tanda-tanda ajaib pun terjadi. Kuasa Tuhan menyertai Filipus, roh-roh jahat dikalahkan, orang sakit disembuhkan. Terobosan pemberitaan Injil pun terjadi dengan luar biasa lewat pengabaran Injil dengan kuasa Allah sehingga banyak orang memberi diri untuk di baptis. Bahkan Saulus pun diubahkan Tuhan menjadi Paulus, menjadi utusan Injil bagi orang-orang bukan Yahudi.
</li>
<li><strong>Pemimpin Gereja mau menerima Visi dari Tuhan</strong><br />Karena Petrus sendiri sebagai pemimpin tidak melayani orang yang bukan Yahudi, demikian juga dengan jemaatnya. Tetapi pada saat Petrus mentaati perintah Tuhan untuk memberitakan Injil kepada Kornelius, jemaat bukan Yahudi, terobosan pemberitaan Injil pun terjadi dengan luar biasa. Ketika Petrus melihat seluruh isi rumah Kornelius dipenuhi Roh Kudus, terceliklah mata Petrus bahwa Tuhan tidak membedakan kabangsaan ataupun rupa manusia. Petrus mau menerima visi dari Tuhan dan melakukan hal yang diluar kebiasaan, yaitu memberitakan Injil kepada orang bukan Yahudi sehingga terobosan pemberitaan Injil pun terjadi. Jika kita menghendaki terobosan pemberitaan Injil, maka kita harus mendoakan para pemimpin gereja kita, sehingga mereka mendapatkan visi dari Tuhan. Karena dengan visi dari Tuhan, maka program-program yang dijalankan di gereja bukan maunya gereja, tapi maunya Tuhan, sehingga menyenangkan hati Tuhan. Amin </li>
</ol>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=606&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=606</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas yang Luar Biasa</title>
		<link>http://mejatulis.com/blog/?p=604</link>
		<comments>http://mejatulis.com/blog/?p=604#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 10:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Focus]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[hidup karena percaya]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas yang luar biasa]]></category>
		<category><![CDATA[lemah lembut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mejatulis.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[<p>Alkitab menceritakan ada orang-orang tertentu yang luar biasa. Mereka diluar yang umum, tidak seperti yang lain, tidak melakukan yang dilakukan kebanyakan orang. Kata-kata yang digunakan pun berbeda dengan kata-kata orang umum. Orang Kristen harus menjadi orang yang luar biasa. Yang biasa namanya orang dunia. Kita yang ditebus punya janji, makanya hidup kita tidak biasa. Kita hidup didalam miracle land (tanah mujizat). Didalam diri kita tersimpan janji Allah yang tidak biasa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkitab menceritakan ada orang-orang tertentu yang luar biasa. Mereka diluar yang umum, tidak seperti yang lain, tidak melakukan yang dilakukan kebanyakan orang. Kata-kata yang digunakan pun berbeda dengan kata-kata orang umum. Orang Kristen harus menjadi orang yang luar biasa. Yang biasa namanya orang dunia. Kita yang ditebus punya janji, makanya hidup kita tidak biasa. Kita hidup didalam <em>miracle land</em> (tanah mujizat). Didalam diri kita tersimpan janji Allah yang tidak biasa, yang tidak sembarangan dimiliki orang; yang tidak tertabur dengan sia-sia, dan idak kembali dengan sia-sia. Tapi kita adalah minoritas, sebagian kecil dari dunia. Dunia suka bergerombol, suka ikut <em>trend</em>, tapi orang Krsiten tidak.</p>
<p> </p>
<p>Didalam <em>Lukas 12:32</em> kawanan orang kecil diartikan sekelompok kecil yang mengambil jalan yang berbeda. Mereka seperti kaum Lewi yang tidak mengikuti bangsa Israel yang lain menyembah kepada patung lembu emas. Mereka adalah sekelompok orang yang tidak lazim, tidak banyak, bukan orang kebanyakan. Kepada mereka diberikan Kerajaan. Dari penampilan fisik sama, tapi yang berbeda ternyata bukan <em>hardware</em>nya. <em>Hardware</em>nya sama tapi <em>software</em>nya, isinya, program dalam benaknya, prinsip hidupnya yang membedakan orang biasa dengan orang luar biasa. Cara kita responi masalah, gaya hidup kita, ini yang membuat kita menjadi tidak biasa. Apa yang ada didalam kita lebih penting dari pada apa yang sedang terjadi, sudah terjadi dan yang akan terjadi. <strong>Albert Einstein</strong> berkata, <em>&#8220;Adalah gila untuk mengharapkan hal yang berbeda kalau kita melakukan hal yang sama.&#8221; </em>Dalam kata lain, adalah gila kalau bersikap biasa mengharapkan perkara luar biasa. Tidak mungkin jika cara berpikir kita sama dengan dunia namun berharap memperoleh mujizat. Jika anda mengeluh seperti dunia sering mengeluh; dan berharap hari ini penyakit anda disembuhkan, tidak mungkin. Jadi pakailah mulut anda untuk berkata-kata yang luar biasa.</p>
<p> </p>
<p>Ada tujuh prinsip didalam FIrman Tuhan yang membuat kita berbeda dengan orang lain. Jangan ikuti <em>trend</em> di media. Dunia media menghasilkan belasan triliun setahun. Sebenarnya, mereka hanya menjual perhatian. Dunia ini mengkampanyekan kekerasan, bahwa orang yang berhasil adalah mereka yang fisiknya bagus atau uangnya banyak. Bunda Teresa yang mengabdikan hidupnya sampai tetes terakhir demi kemanusiaan tidak dikampanyekan sebagai orang hebat. Kita harus berbeda dari mereka. <strong>Tujuh prinsip ini harus kita turunkan kepada anak cucu kita:</strong></p>
<ol>
<li><strong>Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan membalas kejahatan dengan kebaikan.</strong><br />Setan membalas kejahatan dengan lebih jahat lagi. Balas dendam adalah hal yang umum. Dunia bahkan sering membalas kebaikan dengan kejahatan. Sudah ditolong, malah difitnah. Orang lain boleh berbuat jahat dengan kita, selalu kita harus membalas dengan kebaikan bagi orang lain. Kenapa kita melakukan ini? Orang akan mengatakan kita bodoh. Kita bukan bodoh, tapi berbeda. Sudah ditipu, masih kita layani. Kita anak-anak Tuhan akan seperti domba yang dikirim ke tengah-tengah kawanan serigala. Yesus mengajar didalam <strong>Matius 5:38-39</strong> bahwa orang Kristen harus punya daya <em>stretching</em>, daya regang yang kuat. Jangan seperti orang dunia yang seperti lebah. Saat ditekan, dia menyengat. Yang penting membalas, walaupun harus mati. Di <strong>Yeremia 43:8-10</strong>, Alkitab menulis bahwa persoalan (raja Nebukadnezar) adalah hamba Tuhan. Kenapa raja Nebukadnezar, penjajah, penjahat, orang yang suka murka, yang tidak mengenal Tuhan, yang menjadi masalah besar bagi bangsa Israel, disebut hamba Tuhan? Tidak banyak orang dipanggil hamba Tuhan di Perjanjian Lama, namun raja Babel ini diberi gelar hambaNya. Yeremia berkata jangan megutuk Babel. Karena memang Tuhan punya maksud, dipakailah masalah tersebut untuk mengubah kita sampai tujuan atas kita selesai. Tapi di <strong>Yeremia 51:20-24</strong>, Tuhan berkata bahwa Ia akan menghancurkan Babel. Mengapa? Karena Babel hanya alat semata-mata, yang digunakan sementara untuk mengubah hati umatNya. Jadi Yeremia berkata kepada bangsa Israel tidak ada guna memaki-maki Babel. Demikian juga dengan kita, tidak ada gunanya kita memaki-maki masalah yang sedang kita hadapi. Jika ada orang berbuat jahat kepada anda, dia adalah hamba Tuhan. Sampai suatu hari selesai masalah anda, dia akan dipindahkan oleh Tuhan. Jangan mengutuk, marah, mengeluh kepada orang tua anda, kepada keadaan yang seolah-olah tidak adil bagi anda. Jangan marah kepada penyakit anda, jangan kutuki diri sendiri. Jangan membalas keadaan anda yang paling buruk sekalipun dengan kata-kata kejam. Karena siapa tahu, dibalik semua itu adalah Tuhan yang sedang merancang. Maka jika anda mengutuk, anda sedang melawan Tuhan. Firman Tuhan berkata, suatu saat, masalah anda, masalah keuangan anda, hanya sekedar membuktikan bahwa Dia baik, bahwa Dia Jehovah Jireh. Kita membawa pesan, kita harus beritakan bahwa kita tidak biasa. Tidak ada gunanya membalas kejahatan dengan kejahatan, karena segala masalah yang anda sedang lewati, bukannya Allah tidak tahu, tapi Dia sedang menyelesaikan ciptaan baru. Di <strong>Kejadian 50:20</strong>, Yusuf dapat melihat rencana Tuhan yang jauh lebih besar dari tindakan kakak-kakaknya yang menjual dia sebagai budak. Orang seperti Yusuf dapat melihat dibalik semua peristiwa, tangan Tuhan itu baik (<strong>Roma 8:28</strong>). Jika dalam hidup ini tidak ada tekanan yang cukup, kita tidak akan bisa menghargai kehidupan. Dari sakit, barulah kita mengenal kebahagiaan. Dari susah, barulah kita tahu senang.</li>
<li><strong>Hidup karena percaya bukan karena melihat (2 Korintus 5:7)</strong><br />Dunia membutuhkan bukti terlebih dahulu baru dia percaya. Jika tidak melihat, tidak yakin. Thomas tidak percaya kepada kebangkitan Yesus (<strong>Yohanes 20:25</strong>). Sering kali kita beda tipis dengannya. Jika Tuhan tidak tolong bereskan bisnis saya, ngapain saya ke gereja? Jika saya tidak disembuhkan, ngapain saya dengar Firman Tuhan tiap Minggu? Banyak orang yang hidup karena melihat bukan karena percaya. <strong>Yohanes 20:29</strong> berkata, &#8220;…<em>Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya</em>.&#8221; Rupanya Tuhan menjanjikan kebahagiaan bagi orang yang punya iman. Jika tidak percaya, jika menghandalkan mata, jika tergantung hanya kepada yang fisik, hidup kita akan terombang-ambing. Dimensi kehidupan kita jangan linear, jangan sekedar melihat ukuran. Jika anda hidup dengan selalu berhitung, tidak akan ada perubahan. Tapi ketika anda pejamkan mata dengan berdoa, maka Tuhan mendengar. Tidak ada doa yang sia-sia, jangan putus asa. Meskipun keadaan belum berubah, meskipun penyakit anda belum berubah, tetaplah berdoa dalam nama Yesus. Maka sesuatu pasti terjadi. Ada mujizat yang menanti.</li>
<li><strong>Memberi lebih baik daripada menerima (Kisah 20:35)</strong><br />Alkitab berkata bahwa kita akan lebih bahagia memberi dari pada menerima. Memang secara jumlah, akan berkurang. Tapi kita tidak mengumpulkan jumlah. Karena dengan tambahnya jumlah, tidak menambah bahagia. Bukankah kita mencari bahagia dalam hidup ini? Buat apa bertambah-tambah jumlah, tapi kita kehilangan jiwa? Sedikit tidak berarti tidak bahagia. Memberi adalah benih mujizat. Jika anda tidak menabur, bagaimana anda menuai? Jika tidak menanam, bagaimana tumbuh buahnya?Jika anda tidak memberi, tidak akan ada mujizat. <strong>Amsal 11:24</strong> &#8211; <em>Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan</em>. Menghemat secara luar biasa bisa diartikan pelit. Pelit berbeda dengan hemat. Berhemat adalah tidak menyia-nyiakan apa yang anda miliki. Tidak membuang sebelum waktunya, tapi menghabiskannya. Pelit adalah tidak rela keluarkan uang untuk sesuatu yang diperlukan. Jika tidak ada orang dirumah dan lampu dimatikan, itu berhemat. Tapi jika ada orang dirumah, tapi lampu tetap dimatikan, itu pelit. <em>What goes around, comes around</em>. Apa yang anda lakukan pasti akan kembali lagi; jika tidak kepada anda, kepada anak anda. Prinsip ini adalah salah satu kunci didalam Alkitab untuk menerima berkat dari Tuhan. </li>
<li><strong>Lemah lembut</strong><br />Dalam <strong>Matius 5:5</strong>, Tuhan Yesus berkata &#8220;<em>Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi</em>&#8220;. Bagi dunia ukuran suatu kehebatan salah satunya adalah kekuatan atau kekerasan, sesuatu yang ada di dunia harus didapatkan dengan kekuatan/kekerasn. Jika seseorang itu kuat artinya dia seorang yang hebat. Untuk itu maka dalam dunia orang berusaha melakukan apapun untuk memiliki kuasa atau kekuatan dengan harapan jika mereka memiliki kekuasaan/kekuatan maka mereka akan memiliki dunia ini. Makin besar modal maka makin berkuasa dia. Prinsip ini tentu saja sangat berbeda dengan prinsip yang ada dalam Alkitab bahkan dikatakan oleh Salomo dalam <strong>Pengkhotbah 9:11 </strong>&#8220;<em>Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua</em>.&#8221; Kesuksesan bukanlah sekedar ditentukan oleh kecepatan, kekayaan, kecerdasan, hikmat tetapi juga banyak faktor, antara lain faktor campur tangan Tuhan. Untuk menguasai bumi ini justru Tuhan Yesus mengajarkan agar kita lemah lembut. Tak jarang kekerasan hanya menghasilkan tembok yang tinggi. Dengan kekerasan malahan kita mendapatkan hambatan-hambatan. Justru dengan kelemah-lembutan kita dapat memenangkan banyak perkara termasuk dalam memenangkan jiwa-jiwa. Kelemah-lembutan membuat kita dapat diterima dengan baik oleh orang lain dan akhirnya kita dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Berikanlah yang terbaik dahulu dan jangan selalu menuntut dulu. Belajarlah mengalah untuk memperoleh kemenangan.</li>
<li><strong>Bersyukurlah dan bersukacitalah meskipun dalam keadaan tidak menguntungkan (Filipi 4:4-7)<br /></strong>&#8220;<em>Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu dikketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.</em>&#8221;  Mengucap syukur walaupun dalam keadaan yang sangat sulit bukanlah sutau hal yang mudah. Namun Paulus mengajarkan hal tersebut kepada jemaat di Filipi supaya mereka menjadi komunitas yang senantiasa mengucap syukur, berbeda dengan  dunia ini yang selalu mengutuk jika mengalami kesulitan. Paulus sendiri saat menuliskan surat tersebut tidak berada dalam keadaan yang baik dan indah tapi Paulus menulisnya di penjara saat dia mengalami kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya. Ucapan syukur justru menjadi sumber kekuatan bagi Paulus dalam menghadapi hidup yang sulit sekalipun. Kita harus percaya bahwa Allah tidak pernah menrancangkan suatu hal yang buruk dalam hidup kita bahkan Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Mengeluh artinya kita berfokus pada kelemahan dan mengutuk berarti kita menganggap Tuhan lemah tidak mampu menolong kita, hal ini membuat Tuhan marah. Kita harus senantiasa belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal apapun yang terjadi karena kita tahu bahwa Tuhan selalu menyediakan yang terbaik dalam hidup kita.</li>
<li><strong>Kekayaan yang didalam lebih dahsyat dari yang diluar (1 Timotius 6:17-19)</strong><br />&#8220;<em>Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekuatan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya</em>.&#8221;<br />Manusia cenderung melihat harta dan uang yang dimiliki sebagai kekayaan namun Paulus justru melihat bahwa harta dan uang bukanlah kekayaan yang sebenarnya. Kekayaan yang sebenarnya ada di dalam kehidupan kita, talenta dan kemampuan yang Tuhan anugrahkan kepada kita justru merupakan kekayaan yang lebih dahsyat dari harta dan uang. Kita menjadi kaya bukan karena harta yang kita miliki tetapi karena kebaikan hati kita. Kita tidak boleh menilai orang dari apa yang kelihatan tetapi justru yang ada di dalam seseorang, karena seringkali yang kelihatan malah menipu kita, dari luar kelihatan baik tetapi di dalamnya bobrok. &#8220;<em>Don&#8217;t judge the book by the cover</em>&#8220;. Seringkali manusia kecil hati karena merasa penampilan mereka kurang sempurna, perasaan minder timbul dalam hati. Hal ini juga dialami oleh Musa saat dia dipanggil oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Musa merasa minder karena dia gagap tetapi Tuhan melihat hati bukan penampilan, Tuhan melihat bahwa Musa memiliki hati yang lembut dan memiliki kemampuan untuk membawa bangsa pilihanNya keluar dari perbudakan Mesir. Janganlah kecil hati dan minder karena Tuhan melihat hati dan potensi kita bukan penampilan kita. Kita bisa menjadi kaya di luar dengan mulai memupuk kekayaan yang ada di dalam kita.</li>
<li><strong>Tidak menyerah meskipun gagal berkali-kali (Amsal 24:16)</strong><br /><em>&#8220;Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.</em>&#8221; Alkitab membedakan orang benar dan orang fasik dari respon mereka terhadap kejatuhan. Orang benar punya kelebihan yaitu tidak mudah menyerah dan memiliki daya juang. Kita harus berani menghadapi kegagalan sebagai suatu langkah untuk memperoleh kesuksesan. <em>Robert Schueller</em> mengatakan &#8220;Kegagalan bukan berarti kita gagal tetapi hanya belum sukses, kegagalan bukan berarti kita tidak mencapai apa-apa tetapi justru kita telah belajar sesuatu dari kegagalan tersebut. Kegagalan bukan berarti kita bodoh karean kita berani mencoba, itu berarti kita berani dan bersemangat baja. Kegagalan bukan berarti kita tidak akan sukses tetapi butuh kesabaran. Kegagalan Bukan berarti Tuhan sudah meninggalkan kita tetapi Dia memiliki rencana yang lebih baik untuk kita. Kegagalan bukan berarti akhir dari segala sesuatu.&#8221; jangan pernah menyerah. Jadilah komunitas yang luar biasa karean melakukan hal-hal yang tidak biasa.</li>
</ol>
<img src="http://mejatulis.com/blog/?ak_action=api_record_view&id=604&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mejatulis.com/blog/?feed=rss2&amp;p=604</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
